Menlu AS Sampaikan Pesan ke GP Ansor, Rocky Gerung: AS Tegur Kedekatan Indonesia Dengan Tiongkok

- 30 Oktober 2020, 21:48 WIB
pengamat politik dan filsuf Rocky Gerung komentari pertemuan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dengan Gerakan Pemuda Ansor/ Youtube Rocky Gerung Official
pengamat politik dan filsuf Rocky Gerung komentari pertemuan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dengan Gerakan Pemuda Ansor/ Youtube Rocky Gerung Official /

PR CIREBON - Pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor pada 29 Oktober 2020 nampaknya menyimpan pesan yang mendalam untuk kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia.

Dalam acara tanya jawab seperti dilansir dari kanal Youtube Rocky Gerung Official, pengamat politik sekaligus filsuf Rocky Gerung mengatakan cerah yang dibawakan oleh Menlu AS, Pompeo menyimpan pesan yang mendalam berupa teguran untuk Indonesia bahwa kedekatannya dengan negara Tiongkok membahayakan.

"Jika secara terbuka memberi ceramah dan isi ceramah itu sangat kuat, itu artinya kalkulasi terakhir adalah AS menegur Indonesia (tentang bahaya Tiongkok) melalui GP Ansor," ungkap Rocky.

Baca Juga: Kode Keras Reshuffle Menteri menguat, Relawan Jokowi Minta Tiga Menteri Ini Dipertahankan

Menurut Rocky ini merupakan strategi soft power dari AS, karena menurutnya selain mengembangkan persenjataan dan mass destruction, AS juga sering menggunakan fasilitas soft power tersebut.

Dalam hal ini soft power AS ditempuh melalui kehadiran Pompeo di GP Ansor, sehingga lewat GP Ansor, AS menyimpan pesan teguran kepada Istana tentang kedekatannya dengan Tiongkok.

Rocky menjelaskan bahwa Indoensia itu dianggap oleh AS sebagai pemain potensial di Asia Tenggara, sehingga hal ini membuat ahli ahli dari Indonesia di pemerintahan Donald Trump di buka kembali guna memperluas daerah kekuasaanya di wilayah Asia Tenggara.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Menolak Pakai Surat Edaran Menaker, UMP Jawa Tengah 2021 Tetap Naik

"Indonesia dianggap sebagai negara potensial di Asia Pasifik, khususnya Asia Tenggara. Sehingga Trump buka lagi itu para ahli dari Indonesia di pemerintahan dia guna memperluas daerah kekuasaan AS di Asia Tenggara," jelasnya.

AS mendapat momentum dimana ia bisa gelar senjata di Tiongkok Selatan dan ingin membaca strategi Indonesia  bila di momentum tersebut akan memihak siapa              

Rocky mengingatkan bahayanya AS jika nantinya menekan Indoensia, karena menurutnya selama ini belum ada yng bisa menandingin kekuatan persenjataan dan militer AS, termasuk Tiongkok.

Baca Juga: Sebut Seks Bebas Diperbolehkan, Anggota DPD Bali Dilaporkan ke Polisi

"Bagaimanapun secara militer kemampuan AS belum bisa ditandingin oleh Tiongkok, apalagi jika Trump ingin memprovokasi warga AS untuk sentimen terhadap Tiongkok dibuktikan secara nyata di Tiongkok Selatan," kata mantan dosen Universitas Indonesia itu.***

 

Editor: Egi Septiadi

Sumber: YouTube


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah