Terbentur Anggaran, Jembatan Ambruk di Kota Cirebon Masih Belum Diperbaiki

- 25 Maret 2020, 19:21 WIB
Sejumlah warga melintas di jalan dekat robohnya jembatan, di RW 07 Sumur Wuni Kota Cirebon.* /PR/ EGI SEPTIADI
PIKIRAN RAKYAT - Sudah hampir dua bulan, jembatan penghubung dengan panjang 15 meter di RW 07 Sumur Wuni, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon belum juga diperbaiki.
 
Faktornya sendiri disinyalir karena belum adanya anggaran untuk memperbaiki jembatan yang menghubungkan RT 02 dan RT 03 tersebut.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Cirebon, Syahroni mengatakan, hal tersebut akan segera diserahkan kepada pemerintah daerah.
 
 
"Karena belum ada anggaran untuk memperbaiki jembatannya," kata Syahroni kepada PikiranRakyat-Cirebon.com beberapa waktu lalu.
 
Syahroni sempat mengatakan jika ada anggaran atau dewan bisa membantu memperbaiki jembatan tersebut, pihaknya akan langsung mengerjakan dan memperbaikinya.
 
"Tidak ada infrastruktur yang tidak kami kerjakan, selama anggaran itu ada dan mendukung," ungkap Syahroni.
 
 
Berdasarkan pantauan terkahir, jembatan tersebut sempat ditutup menggunakan bambu sebagai tanda jembatan tidak dapat dilintasi.
 
Menurut salah seorang warga di lokasi, jembatan tersebut merupakan jalur yang kerap dijadikan lokasi terdekat warga saat beraktivitas.
 
"Bahkan mobil sebelumnya juga kerap melintas, namun karena roboh warga harus memutar jalan lebih jauh," kata Sohib.
 
 
Sohib menjelaskan, jembatan tersebut sudah berdiri lama, kala itu jembatan yang kecil ukurannya tersebut, setelah diperbaiki saat hujan deras dan banjir beberapa waktu lalu, akhirnya roboh.
 
"Namun katanya akan dipindah lokasinya, seharusnya kalau menurut saya kala itu, di pasang besi paku bumi agar lebih kuat," saran Sohib.
 
Diberitakan sebelumnya, jembatan penghubung di RW 07 Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon ambruk pada Jumat 7 Februari 2020.
 
 
Akibatnya, akses warga di lokasi terhambat. Ambruknya jembatan sepanjang 15 meter ini dipicu karena hujan deras.
 
Sehingga air dari debit hulu mengalami peningkatan dan menyebabkan tiang peyangga jembatan roboh, lalu menyebabkan badan jembatan ambruk.
 
Kepala Pelaksana Harian KPBD Kota Cirebon, Agung Sedijono melalui Koordinator Pusdalops-PB (pusat pengendali operasi penanggulangan bencana), Aji Akbar mengatakan, pihaknya akan melakukan assesment di lokasi jembatan roboh tersebut.
 
 
"KPBD Kota Cirebon akan melakukan assessment di lokasi kejadian dan memberikan himbauan ke warga sekitar," kata Aji.
 
Aji menjelaskan, dalam assessment tidak ditemukan kendala, dipantau kondisi terakhir, warga sempat memasang pemabat di setiap ujung jembatan.
 
"Jembatan tidak bisa dilalui untuk beraktivitas, sejumlah pihak terlibat mulai KPBD Kota Cirebon, relawan PB, Babinsa, Bhabinkamtibmas, unsur Kel. Argasunya, Satpol PP, dan wga sekitar," pungkas Aji.***


Editor: Tyas Siti Gantina

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X