Superior Sekelas SAS Inggris, 'Dirgahayu Pasukan Khas TNI AU ke-73'

- 17 Oktober 2020, 21:11 WIB
Prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU mengikuti upacara peringatan HUT ke-70 Paskhas TNI AU di Lanud Adisucipto, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa 17 Oktober 2017. /ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
PR CIREBON - Indonesia memiliki pasukan elit yang disegani dunia, terdiri dari prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) pilihan yang tergabung dalam beberapa regu khusus, berasal dari tiga matra, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
 
Bagi TNI AU, pasukan elit yang disegani dunia adalah Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas TNI AU), Baret Jingga. Publik NTT tentu berbangga karena salah satu putra daerahnya, Jenderal (Marsma) Epi Embu Agapitus, termasuk satu personil sangat penting di Paskhas TNI AU, saat ini memimpin Komando Garnisun Tetap (Kogartap) II/Bandung, yang bertugas meningkatkan soliditas persatuan dan kesatuan antar satuan TNI di wilayahnya.
 
Seperti yang dilansir PikiranRakyat-Cirebon.com dari sebuah akun Instagram @divisi humas POLRI, bahwa hari ini adalah hari dirgahayu pasukan Khas TNI AU yang ke-73.
 
 
“Aku bangga menjadi prajurit Korps Pasukan Khas Angkatan Udara. 73 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 17 Oktober 1947, prajurit-prajurit komando pasukan gerak cepat AU mengukir sejarah operasi lintas udara pertama di bumi pertiwi Indonesia. Dirgahayu KORPS Pasukan Khas AU!” ujar Jenderal Epi Embu, seperti dikutip dari video yang diunggah di YouTube.
 
Hari ini, Paskhas TNI AU tetaplah pasukan elit yang disegani dunia karena superioritasnya. Paskhas TNI AU sejajar dengan pasukan SAS Inggris, medio 1999, ketika berhasil menguasai dan mengoperasikan bandara internasional Komoro saat jajak pendapat lepasnya Timor Timur dari Indonesia. 
 
Pasukan Australia pun takjub dan segan. Paskhas TNI AU pun ikut dalam misi pasukan perdamaian PBB, sebagai kontingen Garuda. NATO pun mengakui jika Paskhas TNI AU sangat diperhitungkan dunia.
 
 
Paskhas memang dipersiapkan untuk menjalankan misi khusus dan besar, berkaitan dengan keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Paskhas memilik kemampuan mengoperasikan pangkalan udara, mengendalikan bandara, menjaga pangkalan udara dan semua aspeknya, termasuk mengambil alih pangkalan udara lawan (tugas utama dalam peperangan).
 
Konon, pada 17 Oktober 1947, 13 prajurit AU diterjunkan dari udara (pasukan payung) di Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah untuk membantu perjuangan rakyat melawan Belanda. 
 
Peristiwa Penerjunan ini merupakan peristiwa yang menandai lahirnya satuan tempur pasukan khas TNI Angkatan Udara. Tanggal 17 Oktober 1947 kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat) yang sekarang dikenal dengan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Korpaskhas).***
 

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Instagram


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X