Ajakan Wapres Ma'ruf Amin: Anak Pemuka Lintas Agama Berperan Aktif Bangun Koalisi Perdamaian Global

- 13 Oktober 2020, 21:38 WIB
Wapres KH. Maruf Amin
Wapres KH. Maruf Amin /

PR CIREBON - Wakil Presiden (wapres) RI Ma'ruf Amin mengajak seluruh pemuka lintas agama di Indonesia untuk berperan aktif dalam membangun koalisi untuk perdamaian global dan ikut membantu penyelesaian konflik keagamaan yang berada di negara-negara sahabat.

Hal itu disampaikannya pada peringatan hari lahir ke-2.571 Nabi Kongzi yang dilaksanakan secara virtual, pada Selasa 13 Oktober 2020.

“Kita sebagai pemuka dan penganut agama yang taat, perlu membangun suatu koalisi lintas agama untuk perdamaian global yang mengedepankan semangat kerukunan dan narasi perdamaian ke seluruh penjuru dunia,” tutur Ma’ruf, yang dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Antara News.

Baca Juga: Disebut Menteri Terbaik Kabinet, Prabowo Subianto: Saya Tidak Terlalu Pelajari Survei

Ia mengatakan konflik yang melibatkan antarumat beragama di berbagai negara terjadi karena kelompok masyarakat masih belum menerapkan ajaran agama dalam mewujudkan perdamaian dan kerukunan, serta menghindarkan diri dari perilaku destruktif.

“Sebaliknya, agama masih sering dijadikan alat pembenaran dan alasan dalam suatu konflik dan peperangan. Sekali lagi, kenyataan itu sangatlah kita sayangkan dan harus kita koreksi,” ujar Wapres itu.

Ma'ruf mengambil contoh konflik keagamaan yang menimbulkan ketidakadilan bagi umat Islam terjadi antara lain di India dan Myanmar. Ma'ruf pun menyesali konflik tersebut terjadi.

“Sebagai contoh dapat kita sebutkan terjadinya kekerasan berlatar belakang agama yang terjadi, seperti kasus perlakuan diskriminatif terhadap muslim di India dan muslim Rohingya di Myanmar, yang patut kita sesalkan,”katanya.

Baca Juga: PA 212 Warnai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Habib Rizieq Shihab Serukan Segera Pulang

Sementara itu, dalam upaya perdamaian di dalam negeri, Ma'ruf Amin menekankan pentingnya penguatan narasi kerukunan untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan suku, agama, dan ras yang ada di Indonesia.

“Narasi kerukunan sangat penting untuk terus kita kobarkan di Tanah Air, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Sebagai bangsa yang majemuk, pilar kekuatan bangsa Indonesia terletak pada keragamannya,” ucapnya.

Ma'ruf juga menambahkan, merawat dan menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara juga harus digalakkan sebagai upaya menjaga kerukunan masyarakat antarumat beragama, antarkelompok, dan antargolongan.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Ramah Awak Media, Siapkan Rompi Khusus Hadapi Demo Tolak UU Omnibus Law

Lanjutnya, menjaga dan merawat Pancasila tidak cukup hanya dengan membaca catatan sejarah dan menghafalkan rumusannya saja.

“Agar terus kukuh sebagai ideologi yang hidup, nilai-nilai luhur Pancasila harus dimanifestasikan dalam karya dan amalan nyata masyarakat dan setiap warga bangsa Indonesia,”pungkasnya.***

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Antara News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x