KLHK Beli Empon-empon Petani Hutan untuk Disalurkan pada Tenaga Medis yang Menangani Covid-19

- 28 Maret 2020, 08:20 WIB
ILUSTRASI rempah-rempah.* RIO R PANGESTU/PR


PIKIRAN RAKYAT - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membeli empon-empon (rimpang) dan berbagai produk hasil usaha petani hutan.

Produk yang dihasilkan oleh para petani hutan tersebut nantinya akan disalurkan kepada tenaga medis yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Produksi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang dibagikan pada tenaga medis dan jurnalis itu antara lain jahe instan, 'wedang uwuh', temulawak, madu, minyak kayu putih, gula semut, minuman serta makanan lain yang mengandung banyak vitamin C dan berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Baca Juga: Belum Usai Covid-19, Korea Selatan Kini Digemparkan dengan Skandal Pelecehan Seksual via Telegram

“Langkah ini sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk menjaga kondisi masyarakat khususnya usaha kecil, koperasi dan kelompok tani hutan bisa tetap berproduksi dan menerima pendapatan dari hasil jualan. Sekaligus kita mendukung tenaga medis yang membutuhkan kekuatan daya tahan tubuh,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Antara.

Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, disiapkan sebanyak 2.000 paket produk herbal yang disalurkan ke berbagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

Selain itu, 5.000 paket lainnya juga disediakan lima Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan pada masing-masing wilayahnya, dengan total anggaran mencapai Rp 780 juta.

Baca Juga: Pemerintah Menyiapkan PP Ketentuan Karantina Wilayah Cegah Covid-19

Mengandung banyak zat pendorong imunitas tubuh manusia yang diolah dari alam, berbagai produk hasil petani hutan ini diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh di tengah wabah Covid-19 yang sedang merebak di Indonesia.

Dengan pendampingan melalui Program Perhutanan Sosial, produk para petani hutan tersebut kini sudah dikemas lebih modern dan melalui teknologi pengolahan yang memenuhi standar layak konsumsi.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurlatifah

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X