Soal Bom Bunuh Diri Makassar, Teddy Gusnaidi Ajak Desak Pemerintah untuk Tumpas Pentolan Kelompok Radikal

- 30 Maret 2021, 14:05 WIB
Teddy Gusnaidi mengajak untuk mendesak pemerintah menumpas pentolan kelompok radikal pasca bom bunuh diri di Makassar.*
Teddy Gusnaidi mengajak untuk mendesak pemerintah menumpas pentolan kelompok radikal pasca bom bunuh diri di Makassar.* /Instagram/@teddygusnaidi

 

PR CIREBON – Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi, mengomentari terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Teddy Gusnaidi, seharusnya orang-orang tidak berfokus soal beragama atau tidaknya pelaku bom bunuh diri tersebut.

Tetapi, kata Teddy Gusnaidi, orang-orang harus sadar dan ikut mendesak pemerintah untuk menumpas tokoh atau figur radikal yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Ilmuwan Sebut Dibutuhkan Kemutakhiran Vaksin Covid-19 Secara Global dalam 1 Tahun

Soal bom bunuh diri di Makassar, fokusnya bukan soal beragama atau tidak beragama,” kata dia sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari akun Twitter @TeddyGusnaidi pada Selasa, 30 Maret 2021.

Tapi mendesak pemerintah, bahwa dengan kejadian ini, menjadi pijakan untuk melibas semua pentolan kelompok radikal (ajaran sesat) yang mudah ditemukan disekitar kita. Itu fokus kita seharusnya,” imbuh Teddy Gusnaidi.

Sebelumnya diberitakan, aksi terorisme bom bunuh diri kembali terjadi di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: 11 Bahan Alami untuk Obati Batuk, Mulai dari Anggur Hingga Uap Minyak Peppermint

Akibat bom bunuh diri itu, ada sekitar 20 orang yang mengalami luka-luka, dan telah dilarikan ke rumah sakit.

Bahkan, ada seorang petugas keamanan yang mengalami luka cukup parah karena menghadang pelaku pemboman untuk memasuki wilayah gereja.

Pada saat kejadian, beberapa jemaat gereja sedang melakukan ibadah di dalam gereja.

Baca Juga: Warga Tiongkok Lakukan Pemboikotan pada Produknya, Beberapa Perusahaan Alami Penurunan Saham

Menurut Polri, pelaku bom bunuh diri merupakan pasangan suami istri yang merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Keduanya merupakan pasangan suami istri yang ternyata baru menikah enam bulan.

Dalam aksi bom bunuh diri itu, pelaku menggunakan jenis bom panci.

Baca Juga: Simak! Berikut ini Alasan Mengapa Zodiak Pisces Susah untuk Berpacaran

Kelompok tersebut juga pernah melakukan aksi pengeboman di negara Filipina pada 2018 silam.

Akibat insiden bom bunuh diri itu, pihak terkait langsung bertindak mencari kelompok teroris tersebut.

Pengamanan pada sejumlah tempat ibadah di berbagai daerah pun telah dilakukan.***

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Twitter @TeddyGusnaidi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x