Menaker Gandeng Muhammadiyah dalam Penguatan dan Peningkatan SDM Indonesia

- 18 Oktober 2020, 09:41 WIB
Menaker Ida Fauziyah saat mengunjungi PP Muhammadiyah, Sabtu 17 Oktober 2020: Untuk penguatan dan peningkatan SDM Indonesia, Menaker Ida Fauziyah gandeng Muhammadiyah untuk berkolaborasi. /kemnaker.go.id

PR CIREBON - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengajak berkolaborasi dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia.

Menaker Ida mengatakan concern utama yang perlu dikerahkan saat ini adalah penguatan dan peningkatan SDM. Untuk itu Menaker Ida meminta Muhammadiyah untuk mensupport program tersebut.

"Dalam isu penguatan dan peningkatan SDM Indonesia ini kami harap menjadi concern bersama. Harus ada kerja sama dan kolaborasi. Kami ingin program dan kegiatan dari Kemnaker mendapat support dari Muhammadiyah," kata Menaker Ida Fauziyah, dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Antara pada Minggu, 18 Oktober 2020.

Baca Juga: PMI Kabupaten Cirebon Gunakan Plasma Darah untuk Sembuhkan Pasien Covid-19

Ida mengatakan penting sekali dilakukan kolaborasi karena setiap tahun, 2 juta-2,9 juta penduduk usia kerja baru masuk pasar kerja. Padahal, di tengah pandemi Covid-19 -19 terdapat sekitar 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja yang terdampak, baik dirumahkan maupun mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Agus Taufiqurrohman mengatakan Muhammadiyah siap berkolaborasi dengan Kemnaker untuk meningkatkan SDM Indonesia.

"Saya menyambut baik hal ini. Muhammadiyah siap berkolaborasi dan mendukung berbagai program dan kebijakan Kemnaker. Semoga Mbak Menteri diberikan kekuatan dan kesehatan," katanya.

Baca Juga: Komite PED Jabar Gandeng BI Dan OJK untuk Bantu Pemulihan Ekonomi di Jawa Barat

Lebih lanjut, Menaker Ida mengatakan tantangan yang dihadapi Indonesia, cukup kompleks dengan angkatan kerja yang masih didominasi pekerja lulusan SMP ke bawah, tingkat produktivitas yang stagnan, dan daya saing yang perlu ditingkatkan.

Halaman:

Editor: Irma Nurfajri Aunulloh

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X