Biaya Haji Naik, Kiai Maman Imanulhaq Minta Pelayanan Haji Meningkat

- 23 Januari 2023, 10:57 WIB
Anggota Komisi 8 DPR RI Fraksi PKB KH Maman Imanulhaq
Anggota Komisi 8 DPR RI Fraksi PKB KH Maman Imanulhaq /A. Fauzi Ridwan /

SABACIREBON- Komisi VIII DPR RI kemarin, Kamis 19 Januari 2023, merampungkan Rapat Kerja bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kompleks Gedung DPR RI, Jakarta.

Bahasan utama rapat yang juga dihadiri oleh Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi serta jajaran pejabat Kementerian Agama ini adalah tentang kinerja penyelenggaraan ibadah haji, termasuk juga soal usulan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) serta usulan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

“Dalam catatan saya, ada beberapa hal yang perlu menjadi bahan perbaikan penyelenggaraan ibadah haji musim tahun 2023 ini,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq kepada wartawan di Jakarta, Senin 23 Januari 2023.

Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Calon Jemaah Haji Indonesia, Sekarang Pergi Haji Tak Perlu Menunggu Lama, Simak Disini

Selain soal evaluasi teknis penyelenggaraan haji, imbuh Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini, pada musim haji tahun 2023 ini juga telah diputuskan tak ada lagi batas usia bagi calon jemaah haji.

Menurutnya, kabar ini jelas membawa angin segar bagi calon jemaah haji yang sudah berumur lebih dari 65 tahun.

Diungkapkan dia, adanya aturan pembatasan usia bagi para calon jemaah haji justru terkesan tidak adil bagi mereka yang punya raga sehat meski usianya telah senja.

Baca Juga: Alhamdulillah...Calon Jemaah Haji 2023 Tidak Lagi Dibatasi Usia. Ini Alasannya

Sementara jelas dia, soal usulan yang disampaikan Menag tentang Bipih yang mencapai Rp 69 juta lebih, politisi PKB menyebut bahwa kenaikan biaya haji adalah pilihan rasional yang perlu dipertimbangkan.

Lalu ia mengatakan bahwa pemerintah, pun tak sembarangan menghitung serta punya kajian dalam menyusun formulasi pembebanan BPIH tahun 1444H/2023M ini.

“Ini untuk memenuhi prinsip keadilan dan keberlangsungan dana haji. Harapan saya jangan sampai subsidi dari negara justru lebih besar ketimbang biaya yang dikeluarkan per jemaahnya,” kata Kiai Maman menambahkan.

Baca Juga: 345 Haji Hloter Terakhir Embarkasi Solo Tiba di Tanah Air

Meski begitu Kiai Maman tetap saja meminta pemerintah untuk teliti menyisir kembali komponen biaya-biaya yang bisa dilakukan efisiensi agar biaya yang kini sudah diusulkan pemerintah bisa dikurangi kembali.

Namun yang lebih penting dari itu, tegas Kiai Maman, pemerintah wajib memastikan peningkatan pelayanan haji terhadap para jemaah.

“Walau rasional kami akan menyisir komponen yang bisa dilakukan efisiensi hingga bisa dikurangi. Tapi yang penting adalah peningkatan pelayanan terhadap jamaah,” ujar dia menambahkan.

Baca Juga: Lima Jemaah Haji Positif Covid-19 asal Majalengka Kloter 11 JKS

Untuk diketahui, pada raker Komisi VIII DPR RI, Kementerian Agama mengusulkan adanya penambahan biaya yang ditanggung oleh calon jemaah ketimbang tahun sebelumnya.

Pada tahun 1444H/2023M ini, pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH per jemaah sebesar Rp98.893.909,11 atau naik sebesar Rp514.888,02 dengan komposisi Bipih sebesar Rp69.193.734,00 (70%) dan nilai manfaat (optimalisasi) sebesar Rp29.700.175,11 (30%). Dengan begitu, ada penyesuaian atau kenaikan Biaya yang ditanggung langsung oleh jemaah hampir Rp 30 juta per jemaah.

“Kebijakan formulasi komponen BPIH tersebut diambil dalam rangka menyeimbangkan antara besaran beban jemaah dengan keberlangsungan dana nilai manfaat BPIH di masa yang akan datang. Pembebanan Bipih harus menjaga prinsip istitho’ah dan likuiditas penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.***

Editor: Nurhidayat

Sumber: Rilis


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah