Khawatir Data Amerika Serikat Bocor ke Tiongkok, Donald Trump Kini Gencar Awasi Tencent

- 18 September 2020, 17:06 WIB
Perusahaan Tencent.* //Straits Times/Reuters

PR CIREBON – Pemerintahan Donald Trump telah meminta perusahaan game untuk memberikan informasi tentang protokol keamanan data mereka yang melibatkan raksasa teknologi Tiongkok, Tencent Holdings Ltd.

Dilansir Pikiranrakyat-Cirebon.com dari Straits Times, Komite Penanaman Modal Asing di Amerika Serikat (AS), yang diketuai oleh Departemen Keuangan negara tersebut, telah mengirim surat ke beberapa perusahaan, termasuk Epic Games Inc, Riot Games dan lainnya, untuk menanyakan tentang protokol keamanan mereka dalam menangani data pribadi orang Amerika.

Tencent, perusahaan game terbesar di dunia, memiliki Riot yang berbasis di Los Angeles dan 40 persen saham di Epic, yang merupakan pembuat video game populer Fortnite.

Baca Juga: 270 Juta Orang Dunia di Ambang Kelaparan, PBB Desak Miliarder Ulurkan Tangan Bantu Selamatkan Nyawa

Perwakilan perusahaan menolak berkomentar dan tidak menanggapi. Departemen Keuangan pun menolak berkomentar.

Penyelidikan ini didasarkan pada pengawasan ketat pemerintahan Trump terhadap perusahaan Tiongkok dan hubungan mereka dengan perusahaan AS, yang menjadi sumber ketegangan baru dengan pemerintah Beijing dan pilar kampanye pemilihan ulang Presiden Donald Trump.

Trump sudah memiliki ByteDance Ltd., pemilik aplikasi video TikTok, dalam pengawasannya dan sedang menindak aplikasi WeChat milik Tencent.

Baca Juga: Mutilasi di Kalibata City Bikin Geger, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Nekat Ingin Kuasai Harta

Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS) menyelidiki akuisisi asing atas bisnis Amerika untuk risiko keamanan nasional. Lembaga tersebut memiliki wewenang untuk memeriksa akuisisi penuh serta investasi dan merekomendasikan bahwa presiden memblokir atau membatalkan kesepakatan.

Halaman:

Editor: Nur Annisa

Sumber: Straits time


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X