Giatkan Penelitian Protein Plasma Darah, Dokter akan Mudah Prediksi Kondisi Pasien Covid-19

- 3 Juni 2020, 15:30 WIB
Ilustrasi Peneliti /Pixabay

PR CIREBON - Sebuah penelitian terbaru dari kolaborasi dua peneliti asal Inggris dan Prancis menunjukkan pengembangan obat Covid-19 terkait tingkat keparahan penyakit itu pada tubuh pasien.

Lebih detail, dua peneliti itu berasal dari Francis Crick Institute di Inggris dan Charite Universitaetsmedizin Berlin di Jerman berhasil menemukan sejumlah pasien memiliki kadar protein yang berbeda dalam darahnya bergantung dari tingkat keparahan penyakit yang diderita.

Melansir dari Antara News, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell System pada Selasa, 2 Juni 2020 itu juga berhasil memetakan tiga protein yang terhubungan dengan interleukin IL-16.

Baca Juga: Bukan Hanya Rasisme Kulit Hitam, AS Juga Sebarkan Rasisme Anti Asia di tengah Pandemi Covid-19

Sedangkan, interleukin IL-6 sendiri merupakan protein penyebab peradangan yang mulai diyakini dapat jadi penanda untuk gejala penyakit Covid-19 parah.

Sementara itu, para dokter dan para ahli di dunia sepakat mengatakan tiap pasien Covid-19 mengalami gejala penyakit yang berbeda. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Untuk itu, seorang ahli biologi molekuler di Crick Institute, Christoph Messner membentuk tim riset untuk menyelidiki protein plasma darah pada pasien Covid-19.

Baca Juga: Perhatikan Hal Berikut Bagi Seseorang yang Gemar Berolahraga Menggunakan Masker

Lebih lanjut, Masner menjelaskan bahwa tim riset yang diketuainya menggunakan metode spektometri massa (mass spectometry) untuk memeriksa cepat keberadaan dan jumlah beberapa jenis protein dalam plasma darah dari 31 pasien Covid-19 di rumah sakit Charite, Berlin.

Kemudian, hasil tes itu akan dibandingkan dengan protein pada plasma darah 17 pasien lainnya di rumah sakit yang sama, serta 15 orang yang sehat sebagai pembanding eksperimen.

"Adanya tes yang dapat membantu dokter menentukan seorang pasien Covid-19 berpotensi mengalami masa kritis atau tidak sangat penting dilakukan," jelas Masner menutup pernyataan.

Halaman:

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Antara News


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X