Pembukaan Kembali Negara Dipercepat, Australia Imbau Orang yang Lebih Muda Lakukan Tes Virus Corona

- 23 Mei 2020, 20:00 WIB
AUSTRALIA meminta masyarakatnya yang berusia muda segera melakukan tes COVID-19 karena kebijakan lockdown yang berlaku mau dilonggarkan Reuters

PIKIRAN RAKYAT - Negara bagian terpadan di Australia mengatakan pada Sabtu bahwa mereka mencatat hanya tiga kasus baru dari virus corona hari sebelumnya, mendesak orang-orang muda untuk dites karena sedang bersiap untuk melonggarkan pembatasan lebih lanjut pada pub dan restoran.

New South Wales (NSW) yang meliputi kota Sydney adalah rumah bagi hampir setengah dari sekitar 7.100 kasus virus corona Australia dan berencana untuk membiarkan restoran dan pub menampung hingga 50 pelanggan yang duduk mulai 1 Juni.

Hal itu telah mendorong para pejabat kesehatan untuk mengingatkan orang mempertahankan langkah-langkah menjaga jarak sosial dan meningkatkan pengujian untuk mencegah 'gelombang kedua' infeksi.

Baca Juga: Cek Fakta: Google Disebut Rayakan Ultah ke-21 dengan Bagikan Paket Internet, Simak Faktanya

"Ketika kita bergerak maju dan ketika kita mencoba untuk melonggarkan pembatasan yang telah kita jalani selama dua bulan terakhir, itu sangat penting bahwa orang maju untuk menguji apakah mereka memiliki sedikit petunjuk masalah pernapasan.

"Ketika kita membebaskan batasan-batasan kita, khususnya di sekitar klub dan hotel dan seterusnya, kita perlu (mengirim) pesan yang sangat kuat bahwa orang-orang muda yang mungkin berpikir mereka tidak terkalahkan," NSW Menteri Kesehatan Brad Hazzard, dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Reuters.

NSW telah mencatat total 3.086 kasus virus corona dan telah mencatat hampir setengah dari total kematian negara itu yang meningkat satu banding 102 pada Sabtu.

Baca Juga: Cekcok di Sebuah Gang, Pemuda di Cirebon Tusuk Kerabatnya Sendiri hingga Tewas

Sementara itu wilayah tetangga, Victoria, tempat kematian terakhir terjadi, melaporkan 10 infeksi baru pada hari sebelumnya.

Halaman:

Editor: Suci Nurzannah Efendi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X