Imbas Virus Corona yang Mematikan, Krematorium di Wuhan Klaim Bakar 100 Tubuh Setiap Hari

- 9 Februari 2020, 19:02 WIB
Krematorium di Wuhan membakar 100 tubuh setiap harinya akibat virus corona.*
Krematorium di Wuhan membakar 100 tubuh setiap harinya akibat virus corona.* //World Of Buzz

PIKIRAN RAKYAT – Seorang pekerja di salah satu krematorium di Tiongkok memberanikan diri untuk membeberkan fakta dari tempatnya bekerja pada Jum’at 07 Februari 2020.  

Dikutip Pikiran-Rakyat.com melalui situs World Of Buzz, fakta tersebut terkait proses krematorium yang banyak disediakan Tiongkok.

Krematorium tersebut memberlakukan aturan bekerja sepanjang hari, selama 24 jam tanpa henti untuk membakar puluhan mayat akibat wabah virus corona.

Baca Juga: Syiarkan Manfaat Ayat Suci Al-Quran, Warga Desa Tegalgubug Kidul Ikuti Ruqyah Massal Gratis

Berdasarkan pemberitahuan dari Pemerintah Tiongkok yang telah resmi melarang rumah duka yang mengadakan pemakaman biasa untuk warga Tiongkok yang meninggal akibat wabah virus corona membuat krematorium menjadi tujuan utama.

Seorang pekerja yang bekerja di salah satu Krematorium di Tiongkok membagikan pengalamannya kepada khalayak umum.

Krematorium ini dibuka untuk membakar tubuh selama 24 jam tiap hari tanpa adanya kesempatan untuk pekerja untuk beristirahat, mengingat wabah virus corona yang kian parah.

Baca Juga: Kunjungi Australia, Presiden Joko Widodo Tertarik Adopsi Tata Kota Canberra untuk Referensi Ibu Kota Negara Baru

Sejak 28 Januari 2020 lalu, sebuah tempat didesain untuk membakar tubuh hingga dapat menerima 100 mayat yang akan dibakar tiap hari.

Dengan total tubuh yang diterima, membuat tidak mungkin untuk pekerja mengambil waktu untuk istirahat dari kegiatan melelahkan itu.

Dalam sebuah video yang beredar terlihat penampakan kota Wuhan yang mendadak mengabu penuh asap dari tubuh-tubuh yang dibakar.

 

Baca Juga: Dokter Penemu Virus Corona Meninggal, Komisi Pengawas Nasional Tiongkok Bentuk Tim Khusus untuk Investigasi

“90 persen dari kami harus bekerja selama 24 jam tiap hari dan kami tidak pernah dapat kembali ke rumah. Setiap desain dari tempat pembakaran di Wuhan selalu beroperasi untuk 24 jam.

“Kami tidak sempat untuk makan dan minum selama waktu itu karena kami berada dalam pakaian yang melindungi. Pakaian ini harus dilepas saat kami akan makan, minum atau ke toilet.

"Namun sekali pakaian ini dilepas, maka pakaian ini tidak dapat digunakan lagi,” tutur pekerja yang membeberkan fakta tersebut.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: Mengonsumsi Telur Setiap Hari Baik untuk Kesehatan Jantung?

Sekali saja pekerja ini menginformasikan ke khalayak umum hingga membuat warga di Tiongkok mendadak meragukan pemberitahuan resmi yang diberikan pemerintah setempat tentang total kematian yang merenggut warga Tiongkok akibat wabah virus corona tersebut.

Namun begitu, banyak orang yang mengatakan bahwa kematian dapat merenggut warga Tiongkok yang terkena gejala dari Virus itu tanpa terlebih dulu mendapat perawatan di rumah sakit yang terlanjur penuh saat mereka datangi.***

 

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: World Of Buzz


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah