Bantah Mutasi Covid-19 Baru Beredar, Eijkman: D614G Sudah Ada di Indonesia Sejak April

3 September 2020, 09:50 WIB
Covid-19 /Rasyid/

PR CIREBON - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio membantah keberadaan virus SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G yang disebut baru beredar.

Pasalnya, Amin menyatakan mutasi D614G sebetulnya sudah dideteksi di Indonesia melalui analisa isolat virus yang beredar di Tanah Air sejak April 2020 lalu.

"Keberadaannya dilaporkan bulan Mei yang lalu dan dari isolat yang sebetulnya diperoleh bulan April. Jadi sebetulnya bulan April sudah ada," ungkap Amin dalam konferensi pers virtual yang diadakan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta pada Rabu, 02 September 2020.

Baca Juga: KAMI Tutup Peluang Jadi Parpol di Rezim Jokowi, Refly: Dungu Serupa Keledai, Terjebak Lubang Sama

Lebih lanjut, mutasi ini ternyata berturut-turut ditemukan di kota-kota lain seperti di Yogyakarta, Bandung dan Jakarta.

"Ini sebetulnya menunjukkan bahwa virus dengan mutasi D614G ini sudah berada di Indonesia," tegas Amin, seperti dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Antara News.

Adapun virus SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G, diketahui pertama kali ditemukan pada Januari 2020 di Jerman dan Tiongkok.

Baca Juga: DPR Setujui Ide Pemberian Insentif Wajar ke Prajurit TNI, Sturman: Kita Kejar ke Menkeu

Berdasarkan data yang terkumpul di GISAID, dari keseluruhan data urutan genom utuh (whole genom sequencing) virus SARS-CoV-2 dari seluruh dunia ternyata sekitar 78 persen mengandung mutasi D614G.

Untuk itu, Amin menyebut Eijkman dan lembaga penelitian lain yang terkait terus melakukan whole genom sequencing dari isolat virus SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia, diharapkan untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang virus itu.

"Saat ini kami semuanya berupaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari kota-kota lain Indonesia untuk mendapatkan gambaran seberapa luas penyebaran virus dengan mutasi D614G ini," jelas Amin.

Baca Juga: Risma Disebut Pengaruhi Megawati Pilih Eri di Pilkada Surabaya, Pengamat: Ada Relasi Kuasa Khusus

Hanya saja, berdasarkan informasi sementara dari kajian-kajian yang belum dilaporkan, memang terindikasi ditemukannya mutasi D614G di virus-virus Corona yang lainnya.

Sedangkan sampai saat ini belum ada data ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa mutasi D614G itu menyebabkan penularan yang lebih cepat atau lebih luas ataupun menambah beratnya penyakit Covid-19.

Untuk itu, masyarakat Indonesia kembali diimbau untuk tidak mengabaikan ini dan tetap rutin laksanakan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Baca Juga: Hanya 93 Juta WNI Berhak Vaksin Covid-19 Gratis, Erick: Subsidi Tidak Seperti BBM Salah Sasaran

"Namun, kita tetap tidak boleh menganggap bahwa pandemi ini kemudian dapat diabaikan karena kita tetap harus melaksanakan kegiatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak)," tandas Amin.***

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Antara News

Tags

Terkini

Terpopuler