115 Tenaga Medis Gugur Lawan Covid-19, IDI Desak Pemerintah Bentuk Komite Perlindungan Kesehatan

- 16 September 2020, 10:04 WIB
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) /RRI

PR CIREBON - Melonjaknya kasus penderita Covid-19 di Indonesia, membuat para tenaga medis dilanda kekhawatiran. Mengingat, jumlah tenaga medis yang dirasa masih kurang di Indonesia, membuat para tenaga medis harus bekerja lebih ekstra saat menangani pasien Covid-19 yang semakin meningkat tersebut.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan bahwa banyak dari tenaga dokter dan perawat yang positif Covid-19 ketika sedang berhadapan dengan pasien.

Bahkan, pihaknya mencatat hingga saat ini sudah banyak tenaga medis yang meninggal dunia, baik karena Covid-19 maupun kelelahan saat bekerja. Maka dari itu, IDI mendesak pemerintah untuk segera membuat Komite terkait perlindungan terhadap tenaga medis di Indonesia.

Baca Juga: Aib Manajemen Pertamina Dibongkar Ahok, dari Pengaturan Gaji Direksi hingga Melobi Menteri

Dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari situs resmi RRI, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta pemerintah untuk segera membentuk komite perlindungan kesehatan bagi tenaga medis yang saat ini tengah berjuang melawan pandemi Covid-19.

Hal tersebut, diutarakan oleh Adib Khumaidi selaku Ketua Tim Mitigasi PB IDI. Adib menilai bahwa pembentukan komite perlindungan kesehatan bagi tenaga medis ini sangat mendesak di tengah semakin banyaknya dokter yang gugur akibat menangani pandemi Covid-19 tersebut.

Adib berharap upaya tersebut bisa segera dibentuk oleh pemerintah.

"Salah satu upaya konkret yang kita harapkan adalah pemerintah membentuk komite perlindungan tenaga medis dan tenaga kesehatan," ucap Adib, Rabu, 16 September 2020.

Baca Juga: BNPT Ikut Usut Penusukan Syekh Ali Jaber, Dalami Jejak Digital Pelaku demi Cari Afiliasi Teroris

Sebagaimana diketahui, IDI mencatat bahwa sudah 115 dokter yang meninggal dunia sejak menangani Covid-19 di Indonesia yang telah muncul sejak enam bulan terakhir. IDI menambahkan bahwa jumlah tersebut belum termasuk tenaga medis lainnya seperti perawat.

Halaman:

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X