Unilever Tuai Kecaman hingga Ancaman Boikot Produk usai Bangga Tunjukkan Logo Baru Dukung LGBT

- 26 Juni 2020, 10:49 WIB
Logo baru Unilever: Warganet kembali dihebohkan oleh unggahan logo baru Unilever yang diduga mendukung LGBT dan ramai serukan boikot berhenti gunakan produknya.
Logo baru Unilever: Warganet kembali dihebohkan oleh unggahan logo baru Unilever yang diduga mendukung LGBT dan ramai serukan boikot berhenti gunakan produknya. /Instagram @unilever/

PR CIREBON - Perusahaan produsen barang rumah tangga terbesar ketiga di dunia, Unilever mendadak menjadi pembicaraan panas di kalangan netizen Indonesia. Ini terjadi tepat setelah pihak perusahaan Unilever Global mengunggah logo baru dalam akun Instagram resminya @unilever.

Adapun letak masalahnya adalah logo baru Unilever itu berwarna pelangi, seolah sebagai bentuk dukungan resmi terhadap golongan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender), seperti yang terlihat sebagai berikut:

"Kami berkomitmen untuk membuat kolega LGBTQI+ bangga pada kami karena mereka. Itulah sebabnya kami mengambil tindakan bulan kebanggan ini," demikian bunyi keterangan yang dituliskan akun instagram @Unilever.

Baca Juga: Terkait Aneksasi, Palestina Minta Masyarakat Boikot Produk Israel

Seperti yang diberitakan PR Pangandaran, pihak Unilever Global tampak begitu percaya diri dengan koalisi baru mereka.

"Bergabung dengan Open for Business untuk menunjukan bahwa kita berarti bisnis pada inklusi LGBTQI+," demikian bunyi pernyataan dari Unilever Global.

Sontak saja, unggahan yang menunjukan dukungan 100 persen pada budaya yang ditolak umat Islam telah memicu kemarahan netizen, terutama umat Islam Indonesia.

Baca Juga: Asyik Bicarakan Corona, Pilot Pakistan Airlines Gagal Daratkan Pesawat hingga Tewaskan 97 Penumpang

Terbukti, unggahan pada Jumat 19 Juni 2020 itu telah mendapatkan komentar lebih dari 17 ribu orang. Kebanyakan isi komentar menyuarakan hasrat kompak untuk memboikot produk mereka.

"Say good bye @unilever there are still many products that are move elegenat than unilever, (selamat tinggal unilever, disini lebih banyak produk yang lebih baik dari produk mereka)," demikian bunyi cuitan dari @takinells dalam akun Instagramnya

Secara detail, kelompok Muslim Indonesia juga menyatakan penolakan keras budaya LGBT karena menyalahi aturan agama Islam tersebut.

Baca Juga: Sampaikan Rindu pada Kekasih, Single 'Tunggu Aku' Buat Andika Mahesa Terima Berbagai Pujian

 

Menanggapi konflik di kalangan netizen itu, Governance and Corporate Affairs Director Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso membuka suara perihal unggahan logo baru unilever yang mendukung LGBT.

Dijelaskan Sancoyo, unilever beroperasi di lebih dari 180 negara dengan budaya yang berbeda. Secara global dan di Indonesia, unilever percaya pada keberagaman dan lingkungan yang inklusif.

Baca Juga: Aksi Menjijikkan Terekam CCTV, Tukang Bakso Cuanki Terciduk Ludahi Mangkuk Pembeli

"Kami selalu menghormati dan memahami budaya, norma, dan nilai-nilai setempat. Oleh karena itu, kami akan selalu bertindak dan menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan budaya, norma, dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia," ungkap Sancoyo dalam keterangan tertulis pada Kamis, 25 Juni 2020.***(Ayunda Lintang Pratiwi)

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Instagram @bpptkg Pikiran Rakyat Pangandaran


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x