Kasus Dugaan Korupsi Riol Kota Cirebon, Seret Nama Sekda dan Mantan Pj Sekda, Kerugian Versi Lain Rp 19 M

- 14 Mei 2022, 09:14 WIB
Pintu air riol buatan Israel peninggalan Belanda. Di dunia hanya ada 3/,istimewa
Pintu air riol buatan Israel peninggalan Belanda. Di dunia hanya ada 3/,istimewa /

SABACIREBON-Kasus dugaan korupsi aset benda cagar budaya berupa pintu air (riol) peninggalan Belanda di Kota Cirebon, terungkap nilai in materilnya dalam neraca Badan Pemeriksa Kuangan (BPK) RI Rp 19 Miliar.

"Jadi bila mengacu neraca BPK itu bukan Rp 510 juta kerugian negaranya, tetapi harusnya Rp 19 M. Dari mana kejaksaan menyebut Rp 510 juta," ujar Praktisi Budaya yang menjadi salah satu saksi ahli yang dipanggil Inspektorat Kota Cirebon dalam kasus dugaan korupsi riol, Jajat Sudrajat, Jumat 13 Mei 2022.

Ia menyebutkan, memang sesuai Permen 72 tahun 2010 pintu air riol tersebut tidak dapat dinilai dengan uang. Namun untuk dicantumkan dalam neraca BPK harus ada nilainya, dan disitu tercantum Rp 19 M.

Baca Juga: Waspada, Penyakit Mulut dan Kaki Sudah Masuk Jawa Barat

Kemudian mengacu pada Keputusan Walikota, lanjutnya disebutkan mengamankan aset daerah bukan menghilangkan. Begitupun pada UU No 25 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah pasal 37 ayat 1 bahwa barang-barang milik daerah tidak dapat dipindah tangankan.

"Jadi jelas dalam hal ini pengambil kebijakan hingga terbitnya surat panghapusan dan pemindahtanganan dari mereka salah besar. Ini
sudah diakui ketika mereka diperiksa Polda, mengaku dia telah dijebak tersangka Lo bawahannya," tuturnya.

Menurutnya, yang harus digaribawahi ketika tahun 2019 surat permohonan penghapusan dimasukkan ke Walikota, besi riol saat itu sebenarnya sudah hilang.

Baca Juga: Tim Thomas Indonesia Nyaris Dipecundangi Jepang

Pengakuan hilang ini juga sebagaimana diakui tersangka Si kepada penyidik. Anehnya bukti surat kehilangan atau laporan ke Polisi tak dimilikinya.

Halaman:

Editor: Otang Fharyana

Sumber: Reportase


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

x