Kata Ahli Gizi: Minyak Makan Merah Lebih Baik untuk Menumis

- 15 Maret 2024, 20:44 WIB
Pekerja memamerkan produk minyak makan merah yang diproduksi oleh Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (14/3/2024).
Pekerja memamerkan produk minyak makan merah yang diproduksi oleh Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (14/3/2024). /ANTARA/HO-Kemenkop UKM

 

SABACIREBON – Minyak makan merah sedang menjadi tren belakangan ini. Namun, apa kata Ahli Gizi Masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, tentang pemakaian minyak makan merah?

Menurut Dr. Tan, minyak makan merah sebaiknya hanya digunakan untuk menumis.

“Kalau mau membeli minyak merah, coba dipakai hanya untuk menumis saja. Pemakaiannya sebaiknya sedikit. Yang perlu diwaspadai adalah minyak-minyak yang tidak melalui proses rafinasi yang berkepanjangan,” kata saat berbincang dengan Pro3 RRI.

Baca Juga: Ukraina Kerahkan Drone dan Roket Serbu Wilayah Rusia, Ledakkan Kilang Minyak NORSI

Minyak yang biasa dipakai sudah melalui proses rafinasi berkepanjangan, sehingga memiliki kejernihan dan stabilitas yang baik.

Namun, minyak makan merah yang belum melalui proses bleaching memiliki titik didih yang lebih rendah.

“Artinya, minyak yang masih mentah dan prosesnya tidak panjang akan lebih mudah rusak jika dipanaskan di atas 180 derajat, seperti saat menggoreng yang biasanya sampai 200 derajat,” tambahnya.

Baca Juga: Minyak Jelantah Kini di Ekspor ke Amerika Serikat

Minyak makan merah berasal dari kelapa sawit dengan warna merah tua. Berbeda dengan minyak biasa yang melalui proses bleaching, minyak merah ini tidak mengalami pemutihan.

Halaman:

Editor: Nurhidayat

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah