Rencana Terkuak, Tiongkok Dikabarkan Ingin Menguasai Laut Cina Selatan Sejak Tahun 2010

- 1 Juni 2020, 19:15 WIB
Subi Reef di Laut Cina Selatan, tempat Beijing baru-baru ini menambahkan fasilitas penelitian ke pangkalan militernya.* /AFP/

PIKIRAN RAKYAT - Orang dalam militer Tiongkok membocorkan bahwa Beijing telah membuat rencana untuk zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) di Laut Cina Selatan sejak tahun 2010.

Hal ini merupakan tahun yang sama di mana Tiongkok juga mempertimbangkan untuk pengenalan kontrol wilayah udara yang sama di Laut China Timur. Langkah ini menuai banyak dikritik di seluruh dunia.

Seorang anggota Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) membocorkan kepada SCMP, ADIZ yang diusulkan meliputi rantai pulau Pratas, Paracel, dan Spratly di jalur air yang disengketakan.

Baca Juga: Demonstran di Philadelphia Kedapatan Miliki Tato Peta Indonesia hingga Dimuat dalam Media Asing

Rencana untuk zona tersebut sama tuanya dengan rencana untuk Laut China Timur ADIZ - yang menurut Beijing sedang dipertimbangkan pada tahun 2010 dan diperkenalkan pada 2013. Dia menambahkan bahwa pemerintah Tiongkok sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkannya.

Sementara itu, kemungkinan besar Beijing diprediksi enggan untuk membicarakan hal ini. Di sisi lain, kementerian pertahanan Taiwan mengatakan pada 4 Mei bahwa mereka mengetahui rencana daratan.

Dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari South China Morning Post (SCMP), zona identifikasi pertahanan udara adalah wilayah udara di atas wilayah tanah atau air yang tidak perlu dipersoalkan di mana pemantauan dan pengendalian pesawat udara dilakukan untuk kepentingan keamanan nasional.

Baca Juga: Satresnarkoba Bekuk Aktor Film Dwi Sasono, Tersangka Sembunyikan 16 Gram Ganja di Lemari

Sementara banyak negara memilikinya, konsep ini tidak didefinisikan atau diatur oleh perjanjian atau badan internasional mana pun.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: South China Morning Post


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X