Bersaksi di Pengadilan Junta, Mantan Presiden Myanmar Ungkap Militer Datangi Kamarnya pada Pagi Hari

- 13 Oktober 2021, 12:15 WIB
Junta militer Myanmar - Presiden Myanmar yang digulingkan, Win Myint, untuk pertama kalinya bersaksi terkait apa yang terjadi saat militer lakukan kudeta.
Junta militer Myanmar - Presiden Myanmar yang digulingkan, Win Myint, untuk pertama kalinya bersaksi terkait apa yang terjadi saat militer lakukan kudeta. /Reuteurs/Stringers/

PR CIREBON – Presiden Myanmar yang digulingkan menggambarkan apa yang terjadi pada hari-hari awal kudeta oleh junta militer.

Pada Selasa, 12 Oktober 2021 waktu setempat, pengacara dari mantan Presiden Myanmar itu menyebut bahwa kliennya sempat menolak kesepakatan untuk mengosongkan kursinya.

Pengacara mantan Presiden Myanmar menambahkan bahwa kliennya berusaha menyelamatkan diri sendiri di saat-saat awal kudeta Februari lalu, seperti dilansir PikiranRakyat-Cirebon.com dari Channel News Asia.

Baca Juga: Dapatkan Hadiahnya! Berikut Kode Redeem Free Fire 'FF' Hari Ini Rabu 13 Oktober 2021

Win Myint, yang ditahan bersama dengan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi, membuat komentar tersebut saat dia bersaksi untuk pertama kalinya di persidangannya atas hasutan di pengadilan junta.

Pria berusia 69 tahun itu menceritakan bagaimana dua perwira senior militer memasuki kamarnya pada dini hari 1 Februari.

Para perwira kemudian mendesaknya untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden, dengan alasan kesehatannya yang buruk.

Baca Juga: Jadwal TV Hari Ini, Rabu 13 Oktober 2021: ANTV, Trans 7, dan TV One

"Presiden menolak proposal mereka, dengan mengatakan dia dalam keadaan sehat. Para petugas memperingatkan dia bahwa penolakan itu akan sangat merugikannya, tetapi presiden mengatakan kepada mereka bahwa dia lebih baik mati daripada menyetujuinya," tambah pengacara.

Halaman:

Editor: Linda Agnesia

Sumber: Channel News Asia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X