Dokter Spesialis Penyakit Dalam Berikan Alasan Puasa Syawal Bagus untuk Sistem Pencernaan

27 Mei 2020, 18:55 WIB
ILUSTRASI Puasa.* //Jabar Saber Hoaks

PIKIRAN RAKYAT – Ternyata bukan hanya di sunnahkan, melakukan puasa di bulan Syawal bisa menjadi solusi bagus untuk sistem pencernaan. Hal tersebut bisa jadi sarana penyesuaian keadaan usai Ramadan dan Lebaran.

Dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari situs Antara, menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero hepatologi, Prof. Ari Fahrial Syam.

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Sri Mulyani Minta Masyarakat Indonesia Tak Lagi Urusi Utang Negara? Ini Faktanya

"Islam sendiri sudah memberikan solusi, puasa Syawal. Solusi ketika sudah full 30 hari puasa, lalu ada break Lebaran, lalu puasa syawal biar sistem pencernaan menyesuaikan keadaan," ujar dia dalam sesi bincang melalui Instagram Live, Senin, 25 Mei 2020 malam.

Melanjutkan puasa di bulan Syawal, biasanya selama enam hari pada dasarnya meneruskan keteraturan jadwal makan, yang berarti juga teraturnya waktu lambung terisi makanan misalnya saat sahur dan berbuka puasa. 

Baca Juga: Ahli dan Peneliti Kompak Ungkap Risiko Penularan Covid-19 Lewat Berbicara

Hal berbeda terjadi saat kembali makan ke waktu normal (di luar Ramadhan), yang cenderung teratur, belum lagi jika melewatkan sarapan.

"Kadang makan pagi kadang nggak. Lambung nggak konsisten diisi. Nggak makan pagi baru makan jam 12.00, lambung kosong sudah 12 jam, ketidakteraturan ini menyebabkan sakit maag. Lalu camilan nggak sehat," tutur Ari.

Mereka yang punya masalah pada lambung, berisiko membuat penyakitnya kambuh jika pola makan sehat tak dijaga.

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Mamah Dedeh Dikabarkan Sakit dan Meninggal di Eka Hospital Serpong? Ini Faktanya

Prinsip keteraturan waktu makan juga berlaku untuk mereka yang bukan Muslim. Prinsipnya, lambung harus diisi teratur, misalnya 6-8 jam sekali bukannya setiap jam seperti anggapan sebagian orang.

"Yang penting keteraturan. Lambung 6-8 jam diisi. Sarapan jangan air putih saja, usahakan ada yang dikonsumsi, misalnya roti, telur, ayam, kentang, paling enggak ada yang kita konsumsi, lalu enam jam lagi misalnya jam 13.00, lalu jam 19.00," kata Ari.

Baca Juga: Unggah Foto Sang Cucu di Facebook, Seorang Nenek di Belanda Dijatuhi Hukuman hingga Membayar Denda

Selain teratur makan, perhatikan makanan yang Anda konsumsi, jangan lupakan camilan sehat sepanjang hari dan kelola stres karena hal ini bisa membuat asam lambung meningkat serta berolahragalah teratur.***

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Permenpan RB

Tags

Terkini

Terpopuler