Awan Penggerak: Solusi Tuntas Kendala Pengajaran Daring di Negeri Terluas

- 25 Maret 2024, 23:13 WIB
Data Kemendikbud menyebut sebanyak 46 persen tenaga pengajar dari wilayah Indonesia Timur dan daerah-daerah kepulauan juga mengalami masalah soal jaringan internet.
Data Kemendikbud menyebut sebanyak 46 persen tenaga pengajar dari wilayah Indonesia Timur dan daerah-daerah kepulauan juga mengalami masalah soal jaringan internet. /KEMENDIKBUD

SABACIREBON -  Kemendikbudristek menghadirkan Awan Penggerak, solusi bagi guru di daerah terpencil tanpa koneksi internet. Sistem ini sedang diujicobakan di enam provinsi, memberikan akses offline ke materi pembelajaran.

Mendikbudristek menekankan pentingnya peran dinas pendidikan dalam mensosialisasikan Awan Penggerak. Dengan demikian, guru bisa memperkuat kompetensi dan kinerja mereka, serta membangun ekosistem belajar yang solid.

Gagasan Awan Penggerak berasal dari 11 UPT Kemendikbudristek. Mereka telah merancang sistem ini sejak 2022 dengan dukungan dari tiga Direktorat Jenderal Kemendikbudristek.

Baca Juga: Satlantas Polres Indramayu Gelar Program Mudik Gratis, Cek di Sini Cara Daftarnya

Setelah uji coba terbatas di enam provinsi, Awan Penggerak mendapat respon positif dari para guru. Pengembangannya telah dimulai sejak Mei 2023 dan terus berkembang.

Awan Penggerak akan tersebar di seluruh Indonesia, membantu satuan pendidikan di daerah terpencil dan yang kesulitan akses internet.

Daerah yang masuk dalam Kepmendikbudristek Nomor 160/P/2021 tentang Daerah Khusus Berdasarkan Kondisi Geografis akan menjadi prioritas Awan Penggerak.

Baca Juga: Akibat Mengantuk, Mobil Pengajian Tabrak Pohon di Jalur Pantura Indramayu, 3 Meninggal Dunia

Awan Penggerak memberikan akses offline ke platform Merdeka Mengajar dan sumber-sumber pembelajaran lainnya, mendukung guru di daerah terpencil.

Halaman:

Editor: Otang Fharyana


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah