Habib Rizieq Minta Jokowi Turun Tangan, Ferdinand Hutahaean: Tak Perlu Semuanya Ke Presiden!

- 10 Desember 2020, 09:58 WIB
Habib Rizieq buka suara soal insiden penembakan mati 6 laskar FPI.
Habib Rizieq buka suara soal insiden penembakan mati 6 laskar FPI. /YouTube
PR CIREBON - Habib Rizieq Shihab (HRS) menyampaikan dalam keterangannya untuk meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR RI turun tangan terkait peristiwa tewasnya enam laskar FPI oleh aparat Kepolisian.
 
"Saya minta seluruh elemen dari Presiden, DPR, semua untuk bersama-sama mengungkap fakta yang sebenarnya. Apa yang terjadi di balik semua ini," ungkap Habib Rizieq dalam video di kanal YouTube Front TV, Rabu 9 Desember 2020.
 
Menanggapi hal tersebut, Ferdinand Hutahaean yang merupakan mantan politisi mengungkapkan bahwa tidak harus semua kejadian dilimpahkan ke Presiden Jokowi.
 
 
"Semua ada prosedur dan aturannya. Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat banyak. Kepolisian juga memiliki mekanisme pengawasan internal, tak perlu sedikit-sedikit ke Presiden. Ehh emang sudah ngakuin Presiden?" ujarnya, dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari akun Twitter pribadinya @FerdinandHaean3, Kamis 10 Desember 2020.
 

Sebelumnya, tragedi baku tembak antara Polisi dan FPI di Jalan Tol Cikampek pada Senin 7 Desember 2020, yang menewaskan enam orang pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS), menyisakan pertanyaan bagi publik.

Pasalnya, pihak Kepolisian maupun FPI mempunyai keterangan yang berbeda satu sama lain terkait peristiwa kejadian yang berujung pada tewasnya enam laskar FPI.
 
 
Kuasa hukum Habib Rizieq menyangkal keterangan polisi soal penyerangan menggunakan senjata api oleh laskar FPI terhadap petugas Kepolisian.
 
"Kalau senjata api kita dari kuasa hukum meragukan dan tidak meyakini hal tersebut, tidak ada, karena menurut informasi yang kami dapat tidak ada senjata api," kata Aziz Yanuar di Mapolda Metro Jaya, Senin 7 Desember 2020.
 
Sementara, Polda Metro Jaya melakukan tindakan penembakan itu lantaran laskar FPI yang melakukan penyerangan terlebih dulu dengan senjata api terhadap petugas yang tengah melakukan penyelidikan terhadap isu pengerahan massa.
 
"Terhadap kelompok MRS yang melakukan penyerangan kepada kepada anggota dilakukan tindakan tegas dan meninggal dunia sebanyak enam orang," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.
​​​​​
 
Fadil menjelaskan kejadian itu terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta - Cikampek KM50.
 
Kejadian berawal saat petugas menyelidiki informasi soal pengerahan massa saat dilakukan pemeriksaan terhadap Habib Rizieq di Mapolda Metro Jaya.
 
"Ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga adalah pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam," katanya.
 
 
Fadil mengatakan ada 10 orang yang melakukan penyerangan, namun setelah enam rekannya ambruk, empat orang melarikan diri.
 
Tidak korban jiwa maupun luka dari pihak Kepolisian. Hanya ada kerugian materi dari sebuah kendaraan rusak karena dipepet serta terkena tembakan dari kelompok yang melakukan penyerangan.
 
Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri.***
 

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Twitter


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x