Bukan Tak Mau Daerah Dipimpin Plt, Rocky Gerung Sebut Jokowi Gelar Pilkada 2020 demi Anak dan Mantu

22 September 2020, 22:10 WIB
Anak dan menantu Presiden Jokowi (Joko Widodo) resmi mendaftar sebagai bakal calon dalam Pilkada Serentak 2020. Di Surakarta, Gibran Rakabuming Raka berpasangan dengan Teguh Prakosa. Di Medan, Bobby Nasution berpasangan dengan Aulia Rachman. /Foto: Kolase Instagram Gibran dan Bobby/

PR CIREBON - Pengamat Politik Rocky Gerung mengaku tak heran dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tetap berencana menggelar Pilkada Serentak 2020 pada Desember nanti, meski harus berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Bahkan, ia merasa sudah bisa menebak keputusan Presiden Joko Widodo itu disengaja, demi untuk mengamankan anak dan menantunya yang maju di Pilkada Solo dan Pilkada Medan.

Artinya, enggan menunda Pilkada agar putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan menantu Jokowi Bobby Nasution tidak gagal menduduki jabatan orang nomor di kota asalnya masing-masing tersebut.

“Yang paling utama adalah Presiden Jokowi akan pastikan Pilkada ini tetap berlanjut agar tidak ada orang yang balik jadi tukang martabak.” ungkap Rocky dalam kanal YouTube miliknya, seperti dilihat PikiranRakyat-Cirebon.com pada Selasa, 22 September 2020.

Baca Juga: Ungkap Alasan Pemerintah Tetap Gelar Pilkada 2020 saat Pandemi, Mahfud: Daerah Tak Bisa Dipimpin Plt

Lebih lanjut, ia tak menampik adanya keanehan dengan Pilkada 2020 tetap digelar, meski akan munculkan kerumunan massa yang lebih banyak, sekaligus akan berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19. Sedangkan, Pemilihan Kepala Desa ditunda.

Untuk menjawab keheranan itu, ia pun menyebut Pilkada 2020 sudah ada campur tangan cukong di dalamnya, artinya para pemegang modal ini ingin melanjutkan Pilkada agar izin investasi tetap diperpanjang.

“Ini ada kaitan bahwa Pilkada itu ada investasi dari cukong-cukong ini. Untuk memperpanjang izin investasi itu. Jadi itu hal yang mendesak betul.” jelas Rocky.

Dalam arti lain, calon gubernur yang disewa khusus untuk maju Pilkada, bisa jadi sudah terikat dengan pengusaha yang ingin alur perijinan lebih dipermudah nantinya.

Baca Juga: Ungkap Alasan Pemerintah Tetap Gelar Pilkada 2020 saat Pandemi, Mahfud: Daerah Tak Bisa Dipimpin Plt

“Karena kalau ga ada Pilkada maka Gubernur yang disewa atau Kepala Daerah yang sudah diikat oleh pengusaha, Ia ga bisa buat aturan baru untuk memperpanjang izin-izin itu.” pungkas Rocky.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah akan tetap dilaksanakan meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

Tepatnya, pernyataan sikap Jokowi tersebut disampaikan Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman lewat siaran pers pada awal pekan ini.

Sementara itu, belum lama ini Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan alasan pemerintah tetap menggelar Pilkada adalah untuk menghindari ratusan daerah secara bersamaan dipimpin plt.***

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: YouTube Sobat Dosen

Tags

Terkini

Terpopuler