Perubahan Iklim Berisiko untuk Kesehatan Kerumunan Mudik

- 29 Maret 2024, 05:26 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi /Bing/Ai

SABACIREBON - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan bahwa perubahan iklim berisiko untuk kesehatan kerumunan mudik.

Prof. Dr. dr. Erlina Burhan SpP(K), anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular Pengurus Besar IDI, mengatakan bahwa orang yang berisiko mudah terinfeksi, seperti orang tua dan orang dengan ‘komorbid’, memiliki risiko tertular penyakit.

Erlina menyarankan agar mereka yang berisiko tersebut memakai masker untuk melindungi diri.

 Baca Juga: Menikmati Keistimewaan dalam Secangkir Teh Putih

Erlina juga mengatakan bahwa musim hujan berpotensi menurunkan sistem imun pada sebagian orang.

Oleh karena itu, berkerumun, seperti yang biasa terjadi saat mudik, adalah saat dimana orang perlu meningkatkan kewaspadaan.

Mereka perlu menjaga diri agar tidak tertular penyakit yang dapat menyerang saluran pernapasan, seperti COVID-19 atau Flu Singapura.

Flu Singapura, yang kasusnya sedang meningkat, disebabkan oleh infeksi Coxsackievirus.

Baca Juga: Hoaks! Narasi Kegelapan Bumi pada 8 April 2024 Ternyata Salah

Penularan virus ini umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan penderita, baik melalui ruam lenting pada kulit yang terbuka, cairan droplet yang menyentuh mulut dan rongga mulut kita, atau melalui makanan yang masuk ke mulut.

Penyakit ini menyebabkan penderitanya demam, batuk dan sakit tenggorokan dengan masa inkubasi rata-rata 10 sampai 14 hari.

Kematian akibat penyakit ini masih sangat jarang terjadi, tingkatnya masih di bawah penyakit Monkey Pox atau cacar monyet yang angka kematiannya antara tiga sampai enam persen.

Baca Juga: BRIN Gunakan Teknologi Penginderaan Jauh untuk Pantau Lahan Pertanian

Prinsip penanganannya adalah bersifat suportif dan pemberian obat sesuai gejala. Karena belum ada vaksin untuk Flu Singapura, penting untuk melakukan etika ketika batuk, kurangi kontak langsung dengan individu lain, sterilisasi tangan, dan jaga higienitas tubuh dengan mandi setiap hari.

Hingga pekan ke-11 2024, menurut Erlina, Kementerian Kesehatan melaporkan terdapat 5.461 orang terjangkit Flu Singapura di Indonesia.

Dia menambahkan, Dinas Kesehatan Banten melaporkan 738 kasus Flu Singapura di kawasan tersebut terjadi sejak Januari hingga Maret 2024.

Baca Juga: Kemenkes Siapkan 5,4 Juta Telur Nyamuk Ber-Wolbachia untuk Bandung

Sementara itu, Dinkes Depok melaporkan 45 kasus suspek Flu Singapura di kawasan tersebut terjadi sejak Januari hingga Maret 2024, 10 pasien di antaranya dirawat di satu rumah sakit.

“Di negara lain ternyata Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease itu juga dari waktu ke waktu meningkat,” kata Erlina.***

Editor: Otang Fharyana

Sumber: IDI


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah