Tips untuk Penderita Komorbid Jalankan Ibadah Puasa Ramdhan, Simak Selengkapnya

- 12 Maret 2024, 15:11 WIB
Ilustrasi - Penderita komorbid perlu atur pola minum obat selama menjalankan ibadah puasa./hai Bandung
Ilustrasi - Penderita komorbid perlu atur pola minum obat selama menjalankan ibadah puasa./hai Bandung /pixabay.com/

SABACIREBON  - Berpuasa bagi umat Islam tentu menjadi hal sakral dan wajib dilaksanakan sesuai jadwal keagaam Islam yang sudah diumumkan baik oleh organisasi-organisasi Islam maupun Kementerian Agama RI.

Menjalankan ibadah puasa bagi sebagian orang yang sedang berada dalam masalah kesehatannya, tentu memerlukan cara dan aturan pribadi yang tidak berlaku umum.

Dikutip dari Antaranews.com, praktisi kesehatan masyarakat sekaligus Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Ngabila Salama menyarankan penyandang komorbid saat puasa harus memperhatikan pola konsumsi obat sebelum dan sesudah makan besar.

Baca Juga: Selama Ramadhan 1445H Taman Margasatwa Ragunan Sesuaikan Jam Kunjungan untuk Wistawan

"Tetap puasa aman untuk yang memiliki penyakit kronis atau komorbid yang sedang rutin konsumsi obat, vitamin, mineral. Jika pemberiannya satu sampai dengan dua kali per hari, akan mudah pemberiannya saat sahur atau berbuka puasa," kata Ngabila saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Penyakit komorbid adalah  kondisi ketika seseorang mengidap dua atau lebih masalah kesehatan secara bersamaan.

Oleh karena itu, Ngabila menganjurkan agar penyandang komorbid memperhatikan konsumsi obat sebelum atau sesudah makan besar.
"Biasanya ada obat yang 15-30 menit sebelum makan dan jika sesudah makan biasanya bisa dilakukan segera setelah makan," kata Ngabila.

Baca Juga: Solana dan 2 Altcoin Lain, Siap Beraksi dalam 4 Hari Mendatang

Sementara itu, untuk yang mengonsumsi obat tiga, empat atau lima kali per hari, perlu dikonsultasikan dengan dokter terdekat atau tenaga kesehatan yang biasa merawat.

"Bisa diganti obat yang hanya diberikan satu sampai dengan dua kali atau diberikan dengan waktu dan jeda yang tepat agar obat bisa tetap bekerja efektif dalam 24 jam," kata dia.

Misalnya, lanjut Ngabila, konsumsi obat tiga kali di jam 04.00, 18.00, 22.00.

"Atau empat kali di jam 04.00, 18.00, 21.00, 00.00," kata Ngabila.

Baca Juga: WNA Taiwan Korban Speedboat Terbalik di Pulau Seribu Masih Hilang, Basarnas Lakukan Ini

Lebih lanjut, Ngabila meminta penyandang komorbid untuk mencegah dehidrasi dengan minum cukup dua liter air putih per hari atau delapan gelas.

"Rumusnya itu 3:5, tiga gelas saat sahur dan lima gelas saat berbuka puasa sampai dengan tidur malam," kata dia.

Kemudian, lanjut Ngabila, pola tidur penyandang komorbid juga harus dijaga dengan baik.

"Tidur minimal enam jam per hari, usahakan jam 22.00 maksimal sudah tidur," katanya. ***

Editor: Otang Fharyana

Sumber: Antaranews


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah