Korban Tewas Akibat Gempa Bumi 7,2 SR di Haiti Meningkat Menjadi Hampir 1.300 Orang

- 16 Agustus 2021, 20:30 WIB
Ilustrasi. Korban tewas gempa bumi di Haiti meningkat menjadi lebih dari 1.200 orang, pejabat geologi AS memperkirakan ribuan orang mungkin meninggal.
Ilustrasi. Korban tewas gempa bumi di Haiti meningkat menjadi lebih dari 1.200 orang, pejabat geologi AS memperkirakan ribuan orang mungkin meninggal. /Pixabay.com/Angelo_Giordano

PR CIREBON- Menurut kepala badan perlindungan sipil Haiti, lebih dari 1.200 orang tewas setelah gempa bumi berkekuatan 7,2 melanda pada Sabtu, 14 Agustus 2021.

Jerry Chandler mengatakan Sedikitnya 1.297 orang tewas dan lebih dari 2.800 terluka akibat bencama gempa bumi di Haiti tersebut.

Sebelumnya, korban tewas akibat gempa bumi Haiti dikonfirmasi mencapai 724 orang, tetapi pejabat geologi AS memperkirakan bahwa ribuan mungkin telah tewas.

Baca Juga: Akui Kecewa pada Zikri Daulay, Henny Rahman: Orang yang Aku Percaya...

Dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Independent, gempa bumi benar-benar menghancurkan hampir 3.000 rumah dan merusak lebih dari 5.000 bangunan, kata badan perlindungan sipil Haiti.

Perdana Menteri Haiti, Ariel Henry mengumumkan keadaan darurat, dan mengatakan dia akan memobilisasi sumber daya pemerintah untuk membantu para korban di daerah yang terkena gempa bumi besar, kantor berita AP melaporkan.

Bagian barat daya Haiti tampaknya mengalami kerusakan terburuk, terutama di sekitar kota Les Cayes. Pusat gempa berada sekitar 7,5 mil dari kota Saint-Louis du Sud, kata Survei Geologi AS.

Baca Juga: Meriahkan Suasana HUT RI, Pemkot Jakpus Siapkan 15 Ribu Tanaman Hias Bernuansa Merah Putih

Kehancuran juga telah mendorong rumah sakit ke jurang dan memblokir jalan yang akan membawa pasokan vital.

“Ketika datang ke kebutuhan medis, ini adalah urgensi terbesar kami. Kami sudah mulai mengirimkan obat-obatan dan tenaga medis ke fasilitas yang terdampak," tutur Ariel Henry.

“Untuk orang-orang yang membutuhkan perawatan khusus yang mendesak, kami telah mengevakuasi sejumlah dari mereka, dan kami akan mengevakuasi beberapa lagi hari ini dan besok,” sambungnya.

Baca Juga: Cucu Muhammad Ali, Nico Ali Beri Penghormatanan untuk Sang Kakek Saat Menangkan Debut Tinju Profesionalnya

Kerusakan dan kehancuran terjadi saat Haiti bersiap menghadapi Badai Tropis Grace, yang diproyeksikan melanda pulau itu antara Senin dan Selasa, dan angin kencang serta hujan diperkirakan akan menghambat upaya penyelamatan.

Presiden AS Joe Biden mengatakan dia telah mengizinkan "tanggapan AS segera", termasuk tim pencarian dan penyelamatan, melalui USAID.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa organisasi itu "mendukung upaya penyelamatan dan bantuan".

Baca Juga: 94 Poin Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI, 16 Agustus 2021

Negara tetangga Republik Dominika telah menawarkan untuk mengirim makanan dan peralatan medis, dan Kuba dilaporkan mengerahkan lebih dari 250 dokternya.

Gempa itu terjadi lebih dari satu dekade setelah bencana gempa berkekuatan 7,0 pada tahun 2010 yang melanda lebih dekat ke ibu kota negara itu, Port-au-Prince, menewaskan sekitar 220.000 orang dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan ekonomi Haiti.

Haiti memiliki populasi sekitar 11 juta orang, di mana sekitar 59 persennya hidup di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga: 10 Pemain Sepakbola dengan Gaji Tertinggi di Dunia Tahun 2021, Ada David de Gea sampai Cristiano Ronaldo

Gempa bumi dan badai tropis yang akan datang datang ketika Haiti masih belum pulih dari pembunuhan presidennya Jovenel Moïse dan kekacauan politik yang ditimbulkannya.

Seorang juru bicara dari badan amal ActionAid mengatakan bahwa orang-orang Haiti sedang berjuang dengan berbagai krisis, termasuk meningkatnya tingkat kelaparan, ketidakstabilan politik, dan kekerasan geng.***

Editor: Arman Muharam

Sumber: Independent


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x