Momentum Ramadan Pacu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

- 25 Maret 2024, 23:17 WIB
Pedagang melayani pembeli makanan untuk buka puasa (takjil) di Pasar Takjil Ramadan, Kota Ternate, Maluku Utara. Saat Ramadan kebutuhan konsumen menguat akan menyumbang 50 persen lebih pada PDB.
Pedagang melayani pembeli makanan untuk buka puasa (takjil) di Pasar Takjil Ramadan, Kota Ternate, Maluku Utara. Saat Ramadan kebutuhan konsumen menguat akan menyumbang 50 persen lebih pada PDB. /ANTARA FOTO/Andri Saputra

SABACIREBON - Masyarakat tengah menjalani ibadah Ramadan, dan momentum ini menggerakkan konsumsi yang mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan meningkat, terlihat dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Februari 2024 yang mencapai 135,3.

Deputi Gubernur Bidang Komunikasi BI, Erwin Haryono, menjelaskan peningkatan IEK didorong oleh ekspektasi terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja.

Baca Juga: Awan Penggerak: Solusi Tuntas Kendala Pengajaran Daring di Negeri Terluas

Secara spasial, sebagian besar kota mencatat peningkatan IEK, dengan kota Palembang sebagai yang terbesar.

Namun, beberapa kota seperti Banjarmasin dan Bandar Lampung mencatat penurunan IEK.

Selain itu, konsumsi pada masa Ramadan juga menopang konsumsi rumah tangga, yang menyumbang lebih dari 50% pada PDB.

Meski begitu, IKK Februari 2024 cenderung menurun, terutama disebabkan oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE).

Baca Juga: Satlantas Polres Indramayu Gelar Program Mudik Gratis, Cek di Sini Cara Daftarnya

Halaman:

Editor: Otang Fharyana

Sumber: ANTARA indonesia.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah