Hoaks atau Fakta: Beredar Video Lautan Demonstran Berdesakan di Amerika saat Pandemi Covid-19

- 30 Juni 2020, 09:30 WIB
HOAKS - Video yang memperlihatkan lautan orang berkerumun dengan berdesak-desakan. klaim kejadian demo di Amerika saat pandemi Covid-19.* /Turn Back Hoax MAFINDO

PR CIREBON – Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang memperlihatkan lautan orang berkerumun dengan berdesak-desakan.

Dalam video itu, kemudian disertai narasi yang menyebut sebagai kejadian demo di Amerika saat pandemi Covid-19.

Setelah ditelusuri oleh tim PikiranRakyat-Cirebon.com Peristiwa di video itu bukan demo di Amerika Serikat. Video itu adalah rekaman ribuan orang di Iran yang menghadiri prosesi pemakaman pemimpin militer Qasem Soleimani di bulan Januari 2020.

Baca Juga: Pemerintah Iran Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk Donald Trump

Video yang sama diunggah pada tanggal 5 Januari 2020 di sini di saluran YouTube situs berita berbahasa Inggris Al-Masdar News dengan rotasi 90 derajat.

Keterangan video itu jika diterjemah kan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Ribuan orang berduyun-duyun ke jalan-jalan di kota Ahvaz, Iran pada hari Minggu untuk memberikan penghormatan kepada komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam, Mayor Jenderal Qassem Soleimani.”

Kemudian seperti dijelaskan dalam unggahan keterangan Instagram Turnbackhoax, video yang sama, dengan rotasi yang sama dengan video di sumber klaim juga diunggah di Twitter pada tanggal 5 Januari 2020.

Baca Juga: Hoaks atau Fakta: Beredar Foto yang Menyatakan Tim Sukses Anies Baswedan adalah PKI

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, kicauan itu berbunyi: “Video udara pemakaman Soleimani di Ahvaz, Jutaan pelayat membanjiri jalan-jalan untuk memberi penghormatan kepada komandan militer Iran Qassem Soleimani.”

Kemudian melansir dari situs AFP, pada tanggal 5 Januari 2020 dua hari setelah Soleimani dibunuh oleh serangan pesawat tak berawak AS ribuan pelayat berkerumun di jalan-jalan kota Ahvaz untuk memberikan penghormatan terakhir kepada jenderal top Iran itu.

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Kominfo, Turn Back Hoax


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X