Berpikir Sempit Melahirkan Pola Pikir Radikal, Wapres Ma’ruf Ingatkan Umat Islam Tidak Terbawa Arus

- 17 November 2020, 12:41 WIB
Wapres Ma'ruf Amin.
Wapres Ma'ruf Amin. /YouTube/Najwa Shihab/YouTube/ Najwa Shihab


PR CIREBON - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta seluruh umat Islam khususnya di Indonesia untuk tidak ikut dalam arus berpikir yang sempit karena cara berpikir tersebut hanya akan menimbulkan sifat intoleran, melahirkan paham radikal, hingga membenarkan kekerasan dalam penyelesaian masalah.

“Saya tidak ingin umat Islam ikut dalam arus berpikir sempit, seperti sebagaimana fenomena yang muncul belakangan ini. cara berpikir sempit itu melahirkan pola pikir radikal, yang menjustifikasi kekerasan dalam menyelesaikan masalah,”tutur Wapres dalam keterangan yang diterima Jakarta, Selasa 17 November 2020.

Hal itu disampaikan Wapres Ma'ruf amin saat menyampaikan pidato kunci web seminar dengan tema Peran Umat Islam Indonesia dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten secara virtual pada Senin, 16 November 2020.

Baca Juga: Hadapi Potensi Bencana Fenomena La Nina, Wagub Ajak Warga Jabar Tingkatkan Kewaspadaan

Wapres mengatakan pemahaman umat muslim terhadap ajaran agama Islam tidak seharusnya tekstual tanpa mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan untuk kehidupan yang lebih baik.

Ma’ruf menjelaskan bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah iqra yang mengandung makna tidak sekadar membaca.

“Karena ilmu pengetahun yang membawa kehidupan menjadi lebih baik. membaca, memahami, dan kemudian pada gilirannya menjalankan ilmu dan pengetahuan yang dipelajari adalah merupakan makna utama dari wahyu tersebut,” katanya, dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Antara News.

Baca Juga: FBI Sebut AS Alami Banyak Kejahatan Akibat Kebencian Rasial Tertinggi dalam 12 Tahun

Apabila seluruh umat Islam berpegang pada makna tersebut, lanjutnya, maka pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menuju Indonesia Emas di tahun 2024 akan dapat tercapai.

“Masalah utama dalam peran umat Islam untuk pengembangan SDM justru adalah bagaimana umat Islam mampu mengatasi hambatan yang dihadapi, antara lain soal cara berpikir sempit dan tidak terbuka terhadap perkembangan,” ucapnya.

“Umat Islam juga harus adaptif, mampu menangkap peluang serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi,” lanjutnya.

Baca Juga: Apresiasi Langkah Anies Kepada Rizieq, Doni Monardo Tegaskan Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Wapres juga mengatakan bahwa kemajuan bangsa Indonesia sangat tergantung pada peran dan kualitas umat Islam, karena sebagian besar penduduk di Indonesia merupakan muslim.

“Dengan jumlah penduduk muslim yang hampir 90 persen dari total populasi Indonesia, maju mundurnya bangsa dan negara ini akan sangat tergantung pada peran umat Islam,” katanya.***

Editor: Egi Septiadi

Sumber: Antara News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x