Bawaslu Wonosobo Minta Baliho Caleg yang Langgar Aturan Diturunkan

- 26 Oktober 2023, 15:36 WIB
Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Sarwanto Priadhi
Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Sarwanto Priadhi /

Melihat situasi seperti itu, Bawaslu Kabupaten Wonosobo telah melayangkan surat kepada para pimpinan partai politik yang calegnya memasang baliho di area Kantor Kelurahan Wonosobo Timur, agar segera menurunkan baliho-baliho tersebut.

“Ya benar, kami telah meminta kepada pimpinan partai yang bersangkutan untuk segera menurunkan baliho caleg mereka di area Kantor Kelurahan Wonosobo Timur. Hal itu tertuang dalam surat Nomor 329/PM.00.02/K.JT-29/10/2023 tanggal 25/10/2023,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Sarwanto Priadhi pada Rabu (26/10/2023).

Dikatakan oleh Sarwanto bahwa permintaan penurunan baliho tersebut karena nyata-nyata ada pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, juga melanggar ketertiban umum serta berpotensi mengganggu proses pelayanan publik di Kantor Kelurahan Wonosobo Timur.

Baca Juga: Kirab Pemilu 2024 Tujuh Hari Keliling Kota Bandung

“Memang sih, itu posisi yang sangat strategis, tetapi peraturan harus ditegakkan dan pelayanan publik tidak boleh terganggu oleh dinamika politik,” lanjut Sarwanto.

Sarwanto juga mengingatkan bahwa pada dasarnya masa kampanye belum tiba. Sesuai tahapan Pemilu, kampanye akan dimulai pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

Saat ini masuk pada tahapan menunggu penetapan daftar calon tetap (DCT) anggota legislatif dan menunggu penetapan pasangan capres/cawapres. Oleh sebab itu, Sarwanto meminta agar partai politik, caleg, dan tim kampanye bisa menahan diri, menunggu saatnya tiba.

Baca Juga: Cemari Lingkungan, Izin Operasi Pabrik Peleburan Besi di Tangerang Ini Akan Dicabut, Ini Rekomendasi DLHK

“Pemilu dan Pilpres adalah proses kita memilih para wakil rakyat dan pemimpin rakyat yang hebat dan arif bijaksana. Nah, oleh sebab itu kami mengajak para pimpinan partai politik, tim kampanye, para caleg agar juga bersikap arif bijaksana, taat pada peratutran yang disepakati sehingga masyarakat akan respek kepada mereka,” harap Sarwanto.

Pernyataan Sarwanto itu dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa sudah cukup banyak masyarakat yang terganggu dengan adanya baliho caleg yang tidak pada tempatnya, maupun baliho caleg yang sudah rusak namun dibiarkan begitu saja. Masyarakat bahkan menilai baliho itu menjadi sampah visual yang mengganggu ketertiban dan keindahan kota Wonosobo.

Halaman:

Editor: Otang Fharyana

Sumber: bawaslu wonosobo


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah