Selama Libur Panjang Akhir Tahun, Konsumsi Elpiji dan BBM di Jawa Timur Diprediksi Akan Naik

- 22 Desember 2020, 14:21 WIB
Petugas menata tumpukan elpiji di salah Terminal Pengisian wilayah Jatimbalinus.*
Petugas menata tumpukan elpiji di salah Terminal Pengisian wilayah Jatimbalinus.* /ANTARA /H.O/A.M

PR CIREBON - Pertamina Marketing Region Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memprediksikan, konsumsi LPG di Jawa Timur pada libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021 akan meningkat.

Peningkatan konsumsi LPG di Jawa Timur pada libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021 akan mencapai 6 persen, dari 4.110 metrik ton (MT) menjadi 4.360 MT.

Dalam keterangan virtualnya kepada wartawan pada Selasa 22 Desember 2020, Executive General Manager Pertamina Marketing Wilayah Jatimbalinus CD Sasongko mengatakan, peningkatan konsumsi LPG diprediksi berdasarkan tren tahunan yang cenderung meningkat.

Baca Juga: Calo Rapid Test Stasiun Senen Ditangkap, Sebut Satu Klinik Diduga Lakukan Rapid Test Ilegal

Sedangkan untuk produk LPG BrightGas non subsidi secara total di wilayah Jatimbalinus juga diprediksi mengalami peningkatan sebesar 10 persen dibanding rata-rata konsumsi harian normal, dari 240 MT menjadi 260 MT per hari.

"Kami pastikan pelayanan maksimal dalam mengkoordinir, memantau kelancaran penyaluran BBM dan elpiji, dan hingga saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat," kata Sasongko yang dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Antara News.

Ia mengatakan, akibat dampak pandemi Covid-19, secara keseluruhan pertumbuhan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Terus Berinovasi, Apple akan Produksi Mobil Tanpa Awak Tahun 2024

Namun, karena Pokja LPLP telah membentuk Pokja yang bertanggung jawab untuk memantau kelancaran distribusi BBM dan LPG, maka ketersediaan dan pendistribusian LPG dijamin aman selama Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Di wilayah Jatimbalinus, untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), selama masa Natal dan Tahun 2021, konsumsi BBM jenis Gasoline (Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Premium)  diprediksi mengalami peningkatan sebesar 5,1 persen dibandingkan dengan konsumsi harian normal sebelum masa Satgas, yaitu dari 16.982 Kilo Liter (KL) menjadi 17.850 KL.

Untuk konsumsi BBM jenis Gasoil (Dex, Dexlite, Biosolar) diprediksi mengalami penurunan sebesar 4,1 persen dari konsumsi harian normal, yaitu dari 7.520 KL menjadi 7.210 KL.

Baca Juga: KPK Sepakati Kerja Sama dengan 21 Kementerian atau Lembaga Terkait ‘Whistleblowing System’

Dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Pertamina, harga BBM terbaru sendiri saat ini, Pertalite di Rp. 7.650, Pertamax Rp. 9.000, Pertamax Turbo Rp. 9.850, solar non subsidi Rp. 9.400, Dexlite Rp. 9.500 dan Dex 10.200 

"Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, jika diperlukan akan ditambah sesuai dengan perkiraan kebutuhan yang sudah diperhitungkan, sementara untuk produk subsidi dan penugasan dari pemerintah tentunya akan disesuaikan dengan kuota yang sudah ditetapkan," katanya.***

Editor: Asri Sulistyowati

Sumber: Pertamina ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x