Sampai 22 Agustus 2022, Kominfo Blokir 566.332 Konten Judi Online

- 24 Agustus 2022, 12:08 WIB
Kominfo lewat Direktu Jendral Aplikasi Informatika Samuel A. Pangerapan akui jumlah situas judi online yang diblokir tiap hari terus bertambah./pikiran-rakyat.com
Kominfo lewat Direktu Jendral Aplikasi Informatika Samuel A. Pangerapan akui jumlah situas judi online yang diblokir tiap hari terus bertambah./pikiran-rakyat.com /

 

 
SABACIREBON-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus melacak konten-konten yang memiliki unsur perjudian.
 
Terhadap platform yang ditemukan dan diindikasikan melakukan aktivitas perjudian,  Menkominfo langsung memblokir akun yang bersangkutan.
 
 
Sejauh ini Kominfo telah memutus akses terhadap 566.332 konten di ruang digital yang memiliki unsur perjudian.
 
Ini termasuk akun platform digital dan situs yang membagikan konten terkait kegiatan judi.
 
Baca Juga: Menuju 2024, KIB Segera Bertemu Puan Maharani Ditanya Capres Airlangga Sebut Begini

Dikutip dari siaran pers Kominfo  seperti yang dilansir Antara,  upaya tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2018 hingga 22 Agustus 2022.

"Pemutusan akses tersebut dilakukan berdasarkan hasil temuan patroli siber, laporan dari masyarakat, dan laporan instansi Pemerintah atas penemuan konten yang memiliki unsur perjudian," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan.

Adapun rincian penanganan per tahunnya, pada 2018 dilakukan pemutusan akses konten judi online sebanyak 84.484 konten.
 
Baca Juga: Ada 28 Gerai di MPP Kota Bandung
 
Lalu pada 2019 sebanyak 78.306 konten; tahun 2020 sebanyak 80.305 konten; tahun 2021 sebanyak 204.917 konten; dan tahun 2022 per 22 Agustus adalah sebanyak 118.320 konten.

Lebih lanjut, patroli siber yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo didukung oleh sistem pengawas situs internet negatif atau AIS, yang dioperasikan selama 24 jam tanpa henti oleh tim Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika.

Selain itu, Kominfo mengatakan pemutusan akses bukan menjadi satu-satunya solusi penuntasan judi online yang dilakukan.
 
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bandung Raya Hari Ini Rabu 24 Agustus 2022

Dilansir dari Antara, Kominfo juga mendorong peningkatan literasi digital masyarakat melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital untuk membentengi masyarakat dari berbagai konten negatif di ruang digital, termasuk perjudian online.

"Kegiatan tersebut dilakukan bersama para pemangku kepentingan terkait baik dari komunitas masyarakat sipil, pelaku industri, media, akademisi, instansi pemerintahan, dan lembaga terkait lainnya," kata Semuel.

Ia melanjutkan, Kementerian Kominfo turut mendukung upaya penegakan hukum atas pelaku judi online dan siap untuk bekerja sama dalam upaya pemberantasan berbagai macam konten negatif di internet yang dilakukan pihak kepolisian.
 
Baca Juga: Akan Terjadi Lompatan Ekonomi di Jabar Selatan dan Utara

Khusus untuk kegiatan perjudian online, Pasal 27 ayat 2 jo. Pasal 45 ayat 2 UU ITE mengancam pihak yang secara sengaja mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya judi online, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Pasal 303 bis KUHP turut mengancam para pemain judi dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda pidana paling banyak Rp10 juta.

Adapun Kemenkominfo menyebutkan beberapa tantangan yang dihadapi dalam upaya penanganan judi online di antaranya situs judi diproduksi ulang dengan penamaan domain yang mirip atau menggunakan IP Address.
 
Baca Juga: VIRAL, Anggota DPRD Kota Cirebon Ungkap Buruknya Pelayanan RSUD Gunung Jati, 11 Jam Tak Jelas

Lebih lanjut, penawaran judi melalui pesan personal sehingga tidak dapat diawasi oleh Kementerian Kominfo.

Lalu, penegakan hukum terkait kegiatan perjudian diatur secara berbeda di tiap negara sehingga hal ini menimbulkan isu jurisdiksi penindakan hukum penyelenggara judi online yang berada di luar Indonesia.

"Tantangan tersebut menekankan bahwa upaya pemberantasan judi online perlu dilakukan oleh seluruh elemen baik pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri," kata Semuel.
 
Baca Juga: Rentetan Gempa Bumi Terjadi dalam 4 Hari: Terbaru Rabu ini di Lampung dengan Skala 5 Magnitudo

Untuk menunjang upaya bersama tersebut, Kementerian Kominfo membuka kanal aduan masyarakat melalui tautan https://aduankonten.id/ untuk melaporkan penemuan dengan konten negatif di platform digital.

Terdaoat pula pengaduan nomor melalui aduan penyalahgunaan jasa telekomunikasi ke akun Twitter @aduanPPI milik Kementerian Kominfo apabila menerima pesan terkait judi online yang dikirim melalui SMS.***

Editor: Aria Zetra


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x