Lidah tak Kenal Politik: Versi Lokal Rusia Pengganti McDonald's, Jual 120.000 Burger di Sesi Pembuka

- 23 Juni 2022, 11:23 WIB
Restoran siap saji Rusia pengganti restoran siap saji Amerika diserbu di sesi pembuka.
Restoran siap saji Rusia pengganti restoran siap saji Amerika diserbu di sesi pembuka. /Mirror.co.uk/

SABACIREBON - Siapa bilang makanan tak mengenal politik. Ini sebuah fakta.

Ketika Uni Soviet runtuh dan menjelma jadi Rusia, tahun 1999 masuklah McDonald's.  Selain urusannya bisnis juga punya misi diplomasi.

Konon itu sebagai upaya ikut mencairkan ketegangan perang dingin zaman Uni Soviet dengan Amerika Serikat.

Belakangan meletuslah perang Rusia versus Ukraina. McDonald's pun hengkang  dari negeri beruang merah, lantaran AS pendukung Ukraina. Lagi-lagi ini politik.

Sekarang, bagaimana nasib gerai-gerai McDonald's di Rusia?

Ternyata ada yang melanjutkan. Namun dengan nama lain, Big Mac dan McFlurrys, di bawah
perusahaan baru Vkusno & tochka, atau "Enak dan hanya itu".

Tak di nyana, restoran cepat saji itu diserbu pelanggan. Mereka antre abis. Sebanyak 120.000 burger ludes dalam sehari.

Chief Executive Oleg Paroev girang bukan main. Ia pun berpikir ingin menambah gerai.
Fenomena itu menggambarkan, bahwa negara boleh berpolitik, tetapi lidah dan perut, tidak!***

Editor: Asep S. Bakrie

Sumber: Mirror.co.uk


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

x