Kasus Daging Babi Terkuak, Warga Jadi Tak Percaya dan Banyak Tanya pada Penjual Daging

14 Mei 2020, 16:05 WIB
Ucu, saat melayani pembeli daging di lapaknya di Pasar Dimensi, Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (13/5/2020).** /BUDI SATRIA/

PIKIRAN RAKYAT - Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Dimensi, Margaasih, Kabupaten Bandung menceritakan pengalamannya usai kasus penjual daging babi di Kabupaten Bandung terungkap.

Heri mengatakan, kini para pembeli menjadi takut untuk membeli daging kepadanya.

Ia harus berusaha memastikan jika dirinya benar-benar menjual daging sapi, bukan daging babi.

Baca Juga: Survei Polmatrix: 6 Kepala Daerah Masuk Elektabilitas Capres 2024, Ganjar Pranowo Tempati Urutan Dua

Tak hanya itu, banyak pedagang yang juga mengeluhkan sepinya pengunjung yang datang untuk memebli daging.

"Pembeli jadi banyak tanya, ini daging apa gitu. Terus omzet menurun, jadi sepi udah beberapa hari ini langsung semenjak ada kasus itu," kata Heri saat ditemui di Pasar Dimensi, Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu 13 Mei 2020.

Menurut Heri, sebelum ada kasus peredaran daging babi, dirinya bisa menjual hingga 100 kilogram daging dalam satu hari. Namun kini, untuk menjual 50 kilogram daging saja menjadi susah.

Tak hanya itu, omzet pun kian berkurang karena kurangnya pengunjung yang datang, di tambah dengan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Imbas Terungkapnya Kasus Daging Babi, Penjual Daging Sapi Turun Omzet, Pembeli Jadi Banyak Tanya

Hal tersebut tentu menjadi sebuah kerugian bagi para penjual daging sapi di pasar tersebut.

Sementara pedagang lain, Ucu hanya bis amenjual daging sebanyak 30 kilogram perharinya, padahal sebelumnya bisa menjual lebih dari itu.

"Sekarang mah 30 kilo juga ga habis," katanya.

Ia mengatakan pedagang menjual daging dari rumah potong legal untuk dipasarkan di Pasar Dimensi, Margaasih, Kabupaten Bandung.*** (Rifki Abdul Fahmi)


Artikel ini pernah tayang di Prfmnews.Pikiran-Rakyat.com dengan judul Pedagang Daging Sapi di Pasar Dimensi Margaasih Keluhkan Sepi Pembeli Gara-gara Kasus Daging Babi.

Editor: Rahmi Nurlatifah

Sumber: PRFM News

Tags

Terkini

Terpopuler