Presiden Iran Sebut Pemerintahan Amerika Serikat Berikutnya Harus Menebus Kesalahan Donald Trump

- 9 November 2020, 08:47 WIB
Presiden Iran, Hassan Rouhani: Presiden Iran Hassan Rouhani menyebutkan bahwa Pemerintah AS berikutnya yang dipimpin Joe Biden harus menebus kesalahan Donald Trump.
Presiden Iran, Hassan Rouhani: Presiden Iran Hassan Rouhani menyebutkan bahwa Pemerintah AS berikutnya yang dipimpin Joe Biden harus menebus kesalahan Donald Trump. / Instagram @hrouhani

 

PR CIREBON- Presiden Iran mengatakan pada Minggu 8 November 2020, bahwa pemerintahan Amerika Serikat berikutnya, yang kini dipimpin oleh Joe Biden sebagai presiden terpilih, harus menggunakan kesempatan ini untuk mengkompensasi kesalahan Presiden Donald Trump sebelumnya.

Hal itu dikatakan Presiden Iran Hassan Rouhani melalui TV pemerintah Iran setelah Joe Biden merebut kursi kepresidenan Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkat sejak 2018, ketika Trump keluar dari kesepakatan nuklir antara Teheran dan kekuatan dunia, dan kemudian menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.

Baca Juga: Jelang Pilkada 2020, Pengamat Politik Sebut Ada Daya Tarik Tersendiri di Seluruh Calon Kepala Daerah

"Kebijakan Trump yang merusak telah ditentang ... oleh rakyat Amerika. Pemerintahan AS berikutnya harus menggunakan kesempatan untuk menebus kesalahan masa lalu," kata Presiden Hassan Rouhani.

"Iran menyukai interaksi konstruktif dengan dunia,” lanjutnya seperti dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Channel New Asia.

Biden telah berjanji untuk bergabung kembali dengan perjanjian nuklir Iran 2015 dengan enam kekuatan, kesepakatan yang disetujui oleh Washington ketika dia menjadi wakil presiden, jika Teheran juga kembali ke kepatuhan.

Baca Juga: Terpilih Sebagai Presiden, Joe Biden Luncurkan Situs Web Transisi dengan 4 Prioritas Pemerintahannya

Halaman:

Editor: Irma Nurfajri Aunulloh

Sumber: Channel News Asia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X