Demonstrasi Kian Memanas, Donald Trump Pilih Siapkan Pasukan Militer untuk Pukul Mundur Demonstran

- 3 Juni 2020, 12:00 WIB
PARA pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kantor polisi Minneapolis yang terbakar saat demonstrasi setelah seorang polisi kulit putih tertangkap video amatir menekan lututnya ke leher pria Afrika-Amerika George Floyd, yang kemudian meninggal di sebuah rumah sakit, di Minneapolis , Minnesota, AS, 28 Mei 2020.*

PR CIREBON - Gelombang demonstrasi yang makin memanas di penjuru Amerika Serikat (AS), tak mengurungkan Presiden AS Donald Trump untuk teguh pendirian.

Alih-alih tenangkan Pendemo, Donald Trump justru meneriakkan sumpahnya. Ini terjadi pada Senin, 1 Juni 2020 saat Donald Trump bersumpah akan menggunakan pasukan militer AS untuk menghentikan para pendemo atas kematian seorang pria kulit hitam, George Floyd.

Sedangkan, para petugas penegak hukum setempat terus menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan para demonstran di Gedung Putih tersebut, tetapi itu justru makin membuat para demonstran gencar melakukan kekacauan.

Baca Juga: Cek Fakta: Beredar Video Perayaan Ulang Tahun PKI ke-100 dengan Tarian, Begini Fakta Sebenarnya

Melalui pemberitaan PR DEPOK dari Reuters, para demonstran terlihat bergelora membakar sebuah mal di Los Angeles dan menjarah toko-toko di Kota New York.

Secara gamblang, Trump meneriakkan sumpah untuk mengembalikan kehidupan AS yang tenang dengan mengerahkan pasukan militer AS.

"Jika sebuah kota atau negara menolak untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan dan properti penduduk mereka, maka saya akan mengerahkan militer Amerika Serikat dan dengan cepat menyelesaikan masalah bagi mereka."

Baca Juga: Rusuh dengan Bawa Tato Indonesia, Pendemo di Philadelphia Ungkap Naturalisa AS dan Lahir di Jawa

Adapun sejauh ini pasukan keamanan yang diterjunkan melawan demonstran di Gedung Putih, meliputi polisi militer Garda Nasional, Dinas Rahasia, polisi Departemen Keamanan Dalam Negeri serta polisi Distrik Columbia.

Penerjunan pasukan keamanan itu memang efektif dalam beberapa jam karena terjadinya pembubaran demonstran dari Washington, tetapi ini tidak terjadi di daerah AS lainnya yang masih terlihat ribuan orang berbaris di jalanan Brooklyn sambil meneriakkan keadilan.

Halaman:

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Reuters, Pikiran Rakyat Depok


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X