Penghapusan Utang Petani dan Nelayan, Mungkin Merupakan Program Realistis bagi Para Capres

- 26 Januari 2024, 11:14 WIB
Ilustrasi-Dua pemanen padi
Ilustrasi-Dua pemanen padi /

SABACIREBON –Dalam musim kampaye Pemilu yang akan digelar 14 Februari 2024, sejumlah program muluk di bermunculan dilontarkan Capres, Cawapres maupun para calon legislative, demi menggaet pemilih.

 Mulai program sederhana sampai program raksasa yang utopis. Ada yang bersumbar akan menaikan kesejateraan rakyat. Ada yang berjanji jika terpilih akan menaikkan gaji pegawai negeri. Menaikan gaji prangkat desa. Pokoknya muluk-muluk.

 Banyak sekali janji-janji manis yang keluar dari mulut para calon dihadapan masa yang dikumpulannya. Bahkan janji-janji para calon itu juga tertulis dalam baligo yang terpasang, dan kini seringkali sangat mengganggu kepentingan publik.

 Beberapa waktu lalu bahkan ada peristiwa kecelakaan pengendara sepeda motor terjatuh akibat terkena tali baligo yang terlalu rendah.

 Baca Juga: Pengobatan Herbal : Kirinyuh, Tanaman Obat Serbaguna dan Cara Mengolahnya (Bagian 2)

Yang konyol, ada calon yang mengembar-gemborkan jika terpilih akan menaikan upah buruh. Disebut konyol karena yang menentukan upah buruh bukan si calon tapi kemampuan perusahaan.

 Salah satu program yang boleh disebut layak dan realistis adalah program penghapusan utang petani dan nelayan. Disebut realistis karena jumlahnya relative tidak besar, di Lampung misalnya, kredit macet itu ‘hanya’ Rp 688 miliar menyangkut ribuan petani, nelayan dan peternak.

Disebut program layak karena petani dan nelayan merupakan warga negara yang secara riil menyumbang produksi pangan negeri ini.

 Janji penghapusan utang petani dan nelayan ini diungkapkan Cawapres Mahfud MD saat berkampanye di Lampung

Halaman:

Editor: Uyun Achadiat

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah