Walau Tim Uber Indonesia Tersisih Warga Majalengka Harus Optimis.

- 13 Mei 2022, 08:16 WIB
Nita Violina Marwah. Harapan Indonesia./pikiran-rakyat.com
Nita Violina Marwah. Harapan Indonesia./pikiran-rakyat.com /
 
SABACIREBON - Seperti sudah diprediksi para pengamat bulu tangkis, Tim Uber Indonesia harus tersisih.
 
Di babak perempat final Uber Cup 2022 yang berlangsung di stadium Impact Bangkok, Indonesia disisihkan China.
 
Para pengamat sudah memprediksi, Indonesia tak akan mampu mengalahkan China.
Para pebulutangkis puteri China berperingkat jauh di atas para pemain Indonesia, baik tunggal maupun ganda.
 
Walau Tim Uber Indonesia tersisih, namun warga Majalengka harus tetap berlapang dada.
 
 
Harus. Karena salah satu dari skuad tim Uber Indonesia adalah pituin orang Majalengka.
 
Nita Violina Marwah. Itulah dia. 
 
Istimewanya, gadis kelahiran Kampung Cimukti Desa Cikijing Kabupaten Majalengka ini dipercaya menjadi Kapten Tim Uber Indonesia.
 
Wanoja kelahiran 25 Maret 2001 ini, sudah mengenal bulutangkis sejak balita.
Bahkan sejak kelas 1 SD, Nita sudah bergabung dengan Klub Bulutangkis Sangkuriang Kuningan di bawah asuhan pelatih Uha Suhaendi dan Deni.
 
 
Sebagaimana ditayangkan di portal Kejakimpolnews.com, lulus dari SDN Sukamukti 2 Cikijing, Nita melanjutkan pendidikannya ke SMPN 1 Cikijing. 
 
Ketika SD, Nita selalu mengikuti berbagai kejuaraan bulutangkis.
Prestasinya pun cemerlang. 
 
Dua tahun berturut turut, kelas IV dan V, Nita menjadi  kampiun PMBK tingkat Kabupaten Majalengka.
 
"Prestasi demi prestasi terus diraihnya," tutur Iwan, ayah kandung Iwan, kepada Kejakimpolnews.com.
 
Di antaranya, lanjut Iwan, juara kelompok umur kabupaten Wilayah 3 Cirebon dan tingkat Jawa Barat yang diadakan di Garut.
 
 
Kemudian juara pada Kejuaraan Sinar Dunia Open se-Jabar.
 
Karena berbagai prestasinya itu, saat kelas VII, Nita direkrut klub PB Exsist, sehingga Nita pun harus pindah domisili. Keluar dari Cikijing, pindah ke Bogor.
 
Nita masuk ke SMPN Gunung Puteri dan melanjutkan ke SMAN 1 Babakan Madang Kabupaten Bogor.
 
Prestasi Nita pun makin melejit. Tidak hanya di tunggal tapi juga di ganda puteri dan ganda campuran.
 
Nita mulai menapaki kelas dunia.
Pada perhelatan BWF Junior International meraih dua kali juara dan 5 kali peringkat dua.
 
Pada Korea Yunior International Series Girls, Nita juga tampil sebagai runner-up tunggal puteri.
 
Dalam ganda, Nita berpasangan dengan Putri Syaikah,  menempati peringkat 41 dunia.
 
Prestasi lainnya, pasangan Nita-Putri tampil sebagai juara 2 ganda puteri U-17 Jakarta Open International, tahun 2017.
 
Pada tahun 2019 meraih Juara 1 ganda putri di Belanda International Grand Prix.
Di tahun yang sama, ganda Nita-Putri meraih juara 2 kejuaraan Jerman Junior dan juara 2 Indonesia Junior International Grand Prix.
 
Nita kini menjadi harapan Indonesia. Usia masih muda. Perjalanan masih panjang.
Kejarlah terus cita citamu, Nita.***
 

Editor: Aria Zetra


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

x