Butuh Waktu 30 Tahun Ciptakan All Indonesian Final Tunggal Putra All England 2024, Ginting VS Christie

- 17 Maret 2024, 10:55 WIB
Anthony Ginting dan Jonatan Christie ciptakan All Indonesian Final di All England 2024, di Birmingham, Inggris.
Anthony Ginting dan Jonatan Christie ciptakan All Indonesian Final di All England 2024, di Birmingham, Inggris. /Dok. PBSI/

SABACIREBON - Meski kini turnamen bulutangkis internasional bertebaran di berbagai negara, namun pamor kejuaraan bulutangkis All England Open tetap masih menjadi daya tarik tersediri.

Kejuaraan All England bagi Indonesia memiliki sejarah tersendiri karena berhasil  mencatatkan rekor juara tunggal putra 7 kali berturut-turut atasnama pebulutangkis Rudy Hartono Kurniawan.

Namun demikian pasang surut pamor Indonesia di turnamen tertua di dunia ini terus silih berganti berkaitan dengan berbagai alasan, terutama prestasi pemainnya.

Baca Juga: Rinov/Pitha Lolos ke Final Orleans Masters 2024 di Prancis

Tahun ini tim bulutangkis Indonesia di All England 2024 memperlihatkan kembali pancaran pamornya terutama dengan menciptakan all Indonesian final di sektor tunggal putra antara Anthony S Ginting melawan rekannya, Jonatan Christie.

Kepastian merebut satu gelar di tunggal putra All angland 2024 tentu menjadi catatan sejarah tersendiri setelah Indonesia harus sabar menunggu selama 30 tahun setelah gelar tunggal putra all England dipersembahkan oleh Haryanto Arbi pada tahun 1994. 

Sementara itu satu pasang ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang juga lolos ke babak final, bertekad untuk mempertahankan gelar juara pada babak final All England Open 2024, Minggu 18 Maret 2024.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Ciayumajakuning: Antisipasi dan Mitigasi

“Torehan all Indonesian final di tunggal putra tentunya menambah motivasi kami di laga (semifinal) tadi. Kami mau juga mempersembahkan gelar All England untuk Indonesia. Jadi nanti kami mau berusaha maksimal,” kata Rian, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI oleh Antaranews.com.

Adapun kepastian itu diraih oleh Fajar/Rian setelah memenangkan laga sengit kontra unggulan kelima asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di babak semifinal, Minggu WIB.

Fajar/Rian menang melalui straight game 21-18, 21-18 dalam tempo 40 menit.

Jalannya laga berlangsung cukup sengit, dengan kedua pasangan saling memperebutkan poin di kedua gim. Pada gim pertama, Fajar/Rian yang merupakan unggulan ketujuh dalam turnamen ini, mampu unggul dan mempertahankannya pada poin-poin kritis, hingga akhirnya membukukan kemenangan.

Halaman:

Editor: Otang Fharyana

Sumber: Antaranews


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah