Ratu Elizabeth Kesal dengan Pemimpin Dunia Soal Perubahan Iklim: Banyak Bicara, Tanpa Tindakan!

- 16 Oktober 2021, 16:31 WIB
Ratu Elizabeth dari Kerajaan Inggris kesal dengan pemimpin dunia soal perubahan iklim dunia, bahwa mereka hanya banyak bicara tanpa tindakan
Ratu Elizabeth dari Kerajaan Inggris kesal dengan pemimpin dunia soal perubahan iklim dunia, bahwa mereka hanya banyak bicara tanpa tindakan /REUTERS
PR CIREBON - Ratu Elizabeth dari Kerajaan Inggris mengatakan rasa kesal dengan para pemimpin dunia yang berbicara tentang perubahan iklim, tetapi tidak melakukan apa pun untuk mengatasi pemanasan global, bahkan merasa masih belum jelas siapa yang akan muncul di KTT iklim COP26 yang akan diadakan di Glasgow.
 
Dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari laman Reuters, Keterlibatan Ratu Elizabeth yang jarang ke dalam politik iklim bermula ketika kekhawatirannya kepada iklim tumbuh, terlebih ada kehadiran Presiden China Xi Jinping sebagai pemimpin dunia penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia, tidak akan menghadiri pertemuan pada 31 Oktober sampai November nanti.
 
Para pemimpin Barat seperti Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah berulang kali memperingatkan bahwa dunia harus berubah untuk memperlambat perubahan iklim, tetapi banyak aktivis lingkungan mengatakan para pemimpin dunia terlalu banyak bicara dan terlalu sedikit berbuat.
 
 
Sang ratu, yang akan menghadiri konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-26, COP26, di Glasgow, Skotlandia, tampaknya setuju dalam percakapan yang diambil oleh mikrofon saat mengunjungi majelis Welsh di Cardiff.
 
"Kami hanya tahu tentang orang-orang yang tidak datang... Sangat menjengkelkan ketika mereka berbicara, tetapi mereka tidak melakukannya," ujar sang Ratu Inggris.
 
Dia menjadi member ketiga dari keluarga kerajaan yang menuduh para pemimpin dunia tidak bertindak minggu ini, dengan Charles dan putranya William mengatakan COP perlu menghasilkan tindakan, bukan kata-kata. 
 
Johnson, sebagai tuan rumah KTT, telah menjadikan KTT itu sebagai salah satu peluang besar terakhir untuk mendinginkan planet ini, dan berharap pertemuan itu akan menunjukkan usahanya dalam kepemimpinan global.
 
 
Para pemimpin dunia, katanya, perlu muncul dengan perbuatan, bukan hanya "udara panas".
 
Biden dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison akan menghadiri KTT tersebut. Kremlin belum mengatakan apakah Presiden Rusia Vladimir Putin akan hadir.
 
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan dia bertujuan untuk menghadiri COP26 dari jarak jauh, meskipun dia telah menyerukan pemilihan pada 31 Oktober. Surat kabar Times telah melaporkan bahwa Johnson diberitahu bahwa Xi dari China tidak akan hadir secara langsung.
 
Xi, pemimpin paling kuat China sejak Mao Zedong, belum meninggalkan Republik Rakyat China sejak awal pandemi virus corona, meskipun ia telah bergabung dengan panggilan video dengan para pemimpin global.
 
 
Ketidakhadiran Xi dari diskusi - baik secara langsung atau melalui panggilan video - akan menandai kemunduran bagi harapan Johnson untuk membuat para pemimpin dunia menyetujui kesepakatan iklim yang signifikan.
 
Dalam perjalanan ke sebuah sekolah di Bristol, Inggris barat daya, Johnson mengatakan kepada anak-anak sekolah bahwa ia berjanji untuk membuat para pemimpin dunia bertindak dalam mengurangi gas rumah kaca.
 
"Saya berjanji untuk membuat para pemimpin dunia mengurangi gas rumah kaca dan menyelamatkan planet ini," ujar Johnson.
 
Dia kemudian mengangkat selembar kertas berbentuk daun yang ditandatangani di mana dia telah menulis janjinya.***

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X