Sel Darah Putih Terus Menurun, Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat Intensif di Rumah Sakit

- 15 Oktober 2021, 16:20 WIB
Mantan Presiden AS Bill Clinton dirawat intensif di rumah sakit, tetapi dokter menyebut adanya sel darah putih yang terus menurun.
Mantan Presiden AS Bill Clinton dirawat intensif di rumah sakit, tetapi dokter menyebut adanya sel darah putih yang terus menurun. /Washingtonpost//Washington Post/
PR CIREBON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton dirawat di rumah sakit pada Unit Perawatan Intensif University Of California Irvine Medical Center.
 
Dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari laman NBC News Juru bicara Bill Clinton mengungkapkan bahwa sang Mantan Presiden AS sudah dirawat semenjak selasa malam 12 Oktober 2021.
 
"Pada Selasa malam, Mantan Presiden Clinton dirawat di ICU Medical Center untuk menerima perawatan infeksi yang tidak terkait dengan Covid-19," tutur Angel Urena selaku juru bicara Bill Clinton.
 
 
Saat ini Bill Clinton diketahui sedang berusaha melakukan pemulihan, dengan penuh semangat.
 
"Dia sedang dalam pemulihan, dalam keadaan yang baik dan penuh semangat. Dia berterima kasih kepada para dokter, perawat, dan staf yang memberinya perawatan yang sangat baik," ujar Angel Urena.
 
Angel juga membuat pernyataan bersama Dokter Alpesh Amin selaku ketua Departemen Kedokteran di Universitas of California, dan Lisa Bardack selaku direktur Kedokteran Rumah Sakit Kesehatan ICU.
 
"Dia dirawat di rumah sakit untuk pemantauan ketat dan diberikan antibiotik dan cairan IV. Dia tetap di rumah sakit untuk pemantauan terus menerus," ujar para Dokter.
 
 
Para Dokter mengungkapkan setelah dua hari perawatan, jumlah sel darah putihnya cenderung turun dan dia merespon antibiotik dengan baik.
 
"Setelah dua hari perawatan, jumlah sel darah putihnya cenderung turun dan dia merespon antibiotik dengan baik," ujar para Dokter.
 
"Tim medis yang berbasis di California telah berkomunikasi terus-menerus dengan tim medis Mantan Presiden yang berbasis di New York, termasuk ahli jantungnya. Kami berharap dia segera pulang." Ujar para Dokter.
 
Bill Clinton awalnya didiagnosis urologis, tetapi kemudian berubah menjadi infeksi yang lebih luas.
 
 
Diketahui pada tahun 2004, Clinton sempat menjalani operasi bypass empat kali lipat di New York-Presbyterian Hospital untuk mengalihkan suplai darahnya guna menghindari empat arteri yang tersumbat parah.
 
Bill Clinton pada saat itu mengeluh nyeri pada bagian dada dan sesak napas. 
 
Tim ahli bedah kemudian menemukan tanda-tanda luas penyakit jantung, dengan penyumbatan di beberapa arteri Clinton lebih dari 90 persen.
 
Mantan Presiden As itu akhirnya kembali ke New York-Presbyterian Hospital pada tahun 2010 untuk menjalani prosedur jantung lainnya, kali ini untuk memasukkan dua stent ke dalam arteri koroner miliknya.*** 

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: NBC


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X