Cerita Merana Ojek Online Cirebon Saat PSBB Covid 19: Makan dari Mana Anak dan Istri di Rumah?

12 Mei 2020, 01:13 WIB

DILARANGNYA pengemudi ojek online (ojol) menarik penumpang di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak signifikan pada pendapatan mereka. Pendapatan mereka menurun drastis 70 hingga 80 persen per hari. . Seperti dirasakan pengemudi ojol Gojek di Kota Cirebon, mereka biasanya dalam sehari sampai malam bisa mendapatkan 10-12 order, kini hanya 4-7 order saja. Terlebih order untuk membawa penumpang sudah ditutup selama PSBB. . "Sebelum PSBB masih mending, namun setelah PSBB ini diterapkan, akses order penumpang di tutup, pemasukan kami semakin menurun selama PSBB ini," kata Dodi, pengemudi ojol Gojek kepada pikiranrakyat-cirebon.com. . Dia bercerita, di masa PSBB ini butuh waktu empat jam bahkan lebih untuk menunggu hingga mendapat satu orderan. Ada juga teman Dodi yang sehari tidak dapat order walaupun sudah berkeliling. . "Sampai malem juga susah, karena jam operasional toko dibatasi sampai jam enam sore, sehingga kami nyari toko yang ada pengiriman barang atau makanan, itu pun jarang," tutur Dodi. . Dirinya mewakili pengemudi ojol lainnya berharap kepada pemerintah, adanya bantuan dari pemerintah. Istilahnya, walaupun tidak dapat order seharian, tapi bisa bawa uang buat keluarga di rumah. . "Jika melihat sistem PSBB ini, ojol tidak boleh membawa penumpang, mau makan dari mana anak dan istri di rumah?" tukasnya.*** . - Egi Septiadi . - pikiranrakyat-cirebon.com

Video Lainnya

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X