Elon Musk Bisa Tinggalkan Tesla Jika Gaji Rp1 Kuadriliun Ditolak

- 11 Juni 2024, 12:00 WIB
Arsip foto - CEO Tesla Inc. sekaligus SpaceX Elon Musk menjawab pertanyaan wartawan usai peluncuran layanan internet berbasis satelit Starlink di Puskesmas Pembantu Sumerta Klod Denpasar, Bali.
Arsip foto - CEO Tesla Inc. sekaligus SpaceX Elon Musk menjawab pertanyaan wartawan usai peluncuran layanan internet berbasis satelit Starlink di Puskesmas Pembantu Sumerta Klod Denpasar, Bali. /ANTARA/Muhammad Adimaja/aww

SABACIREBON - CEO Tesla, Elon Musk, mungkin akan meninggalkan perusahaan mobil listrik tersebut jika para pemegang saham menolak paket gaji senilai 56 miliar dolar AS atau sekitar Rp944 triliun, yang mendekati Rp1 kuadriliun. Peringatan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisaris Tesla, Robyn Denholm, dalam sebuah surat kepada para pemegang saham.

Dalam surat tersebut, Denholm menyatakan bahwa Musk tidak kekurangan ide dan peluang lain untuk membuat perubahan besar di dunia. Hal ini mengisyaratkan bahwa Musk memiliki banyak pilihan lain jika permintaannya tidak dipenuhi.

Pernyataan ini merupakan bentuk peringatan kepada para pemegang saham Tesla. Jika paket gaji Musk tidak disetujui, maka kemungkinan besar ia akan meninggalkan perusahaan. Laporan dari Drive pada Jumat (7/6) menyebutkan bahwa Denholm mengingatkan tentang pentingnya kepemimpinan Musk bagi masa depan Tesla.

Pada tahun 2018, kesepakatan khusus disetujui oleh para pemegang saham yang mengatur bahwa Musk tidak menerima gaji tetap, tetapi mendapat kompensasi berdasarkan pertumbuhan dan target pendapatan Tesla. Namun, kesepakatan tersebut dibatalkan oleh hakim Delaware pada Januari 2024, karena Musk dianggap memiliki pengaruh yang tidak semestinya terhadap dewan direksi perusahaan.

Dengan pembatalan kesepakatan ini, paket gaji besar tersebut tidak lagi mengikat, namun masih bisa disetujui jika mayoritas pemegang saham menginginkannya. Tesla juga meminta persetujuan dari pemegang saham untuk memindahkan lokasi pendirian perusahaan dari negara bagian Delaware yang bebas pajak ke Texas.

Denholm menegaskan bahwa kepemimpinan Musk telah menciptakan nilai lebih dari 735 miliar USD atau sekitar Rp11,9 triliun bagi para pemegang saham. Ia mendesak para pemegang saham untuk menjunjung tinggi kesepakatan tahun 2018.

"Menjunjung tinggi kesepakatan kita, dengan meratifikasi keputusan yang kita semua buat pada tahun 2018, lebih penting dari sebelumnya," tulis Denholm dalam surat terbuka tersebut.

Menurut Denholm, jika Tesla ingin mempertahankan perhatian Musk dan memotivasinya untuk terus mencurahkan waktu, energi, ambisi, dan visinya, maka perusahaan harus mempertahankan kesepakatan yang telah disepakati. Namun, paket gaji ini bukan berupa pembayaran tunai, melainkan opsi saham yang harus dipertahankan oleh Musk selama lima tahun.

Paket opsi saham ini dirancang sebagai insentif bagi Musk untuk terus memberikan nilai bagi Tesla dan para pemegang sahamnya. Meskipun Musk membantah adanya diskusi tersebut, pada Mei 2024, laporan menyebutkan bahwa mantan Presiden AS dan calon presiden Donald Trump telah mendekati Musk untuk menjadi penasihat senior di Gedung Putih jika Trump terpilih kembali pada bulan November ini.

Halaman:

Editor: Buddy Nugraha

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah