Tertarik dengan Pasar Halal Global, Ma'ruf Amin: Indonesia Berpeluang Besar Jadi Produsen Produk

- 26 Oktober 2020, 06:30 WIB
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin.
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin. /@kyai_marufamin/Instagram

PR CIREBON - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan akan terus mendorong peningkatan produk halal Indonesia di kancah global.Pasalnya potensi pasar produk halal diproyeksi akan mencapai US$3,2 triliun atau setara Rp47.040 triliun (kurs Rp14.700 per dolar AS) pada 2024.

Ia mengatakan Indonesia harus memanfaatkan momentum potensi pasar halal global dengan meningkatkan kinerja ekspor.   

Pasar halal global tidak hanya diminati negara berpenduduk mayoritas muslim, tapi juga negara berpenduduk non-muslim.
 
Berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, Brazil menempati posisi pertama eksportir makanan dan minuman halal. Australia berada di posisi kedua. ⁣
 
Untuk menjadikan Indonesia pusat produsen halal dunia, diperlukan langkah strategis oleh pemangku kepentingan terkait secara simultan dan kolaboratif, seperti disampaikan Wapres Ma'ruf saat menjadi keynote speech pada acara Webinar Strategi Nasional "Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia", di Istana Wakil Presiden.
 
Dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari akun Instagram@kyai_marufamin, Ma'ruf menilai dengan perkiraan penduduk muslim yang akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada tahun 2030, maka angka perekonomian pasar industri halal global akan terus meningkat pesat. ⁣
Artinya, ini merupakan potensi dan peluang sangat besar yang harus dimanfaatkan Indonesia dengan memenuhi kebutuhan global melalui ekspor produk halal. ⁣
 
Untuk itu, Wapres Ma'ruf Amin mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk bersungguh-sungguh bergerak menjadikan Indonesia tidak lagi sebagai konsumen, tetapi sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar dunia.
 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Pasar halal global tidak hanya diminati negara berpenduduk mayoritas muslim, tapi juga negara berpenduduk non-muslim. Berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, Brazil menempati posisi pertama eksportir makanan dan minuman halal. Australia berada di posisi kedua. ⁣ ⁣ Untuk menjadikan Indonesia pusat produsen halal dunia, diperlukan langkah strategis oleh pemangku kepentingan terkait secara simultan dan kolaboratif. Ini saya sampaikan saat menjadi keynote speech pada acara Webinar Strategi Nasional "Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia", di Istana Wakil Presiden, hari ini. ⁣ ⁣ Dengan perkiraan penduduk muslim yang akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada tahun 2030, maka angka perekonomian pasar industri halal global akan terus meningkat pesat. ⁣ ⁣ Ini merupakan potensi dan peluang sangat besar yang harus dimanfaatkan Indonesia dengan memenuhi kebutuhan global melalui ekspor produk halal. ⁣ ⁣ Saya mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk bersungguh-sungguh bergerak menjadikan Indonesia tidak lagi sebagai konsumen, tetapi sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar dunia.

A post shared by KH.Ma'ruf Amin (@kyai_marufamin) on

***

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Instagram


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x