Gunung Semeru Kembali Mengalami Beberapa Kali Erupsi dalam Sehari

- 13 Mei 2024, 08:10 WIB
ILUSTRASI GUNUNG SEMERU: Gunung Semeru kembali mengalami erupsi hebat beberapa kali dalam sehari dari Minggu 12 Mei 2024 sampai Senin 13 Mei 2024.
ILUSTRASI GUNUNG SEMERU: Gunung Semeru kembali mengalami erupsi hebat beberapa kali dalam sehari dari Minggu 12 Mei 2024 sampai Senin 13 Mei 2024. /Antara/

SABACIREBON - Gunung Semeru, salah satu gunung api aktif tertinggi di Indonesia, kembali mengalami erupsi hebat beberapa kali dalam sehari.

Informasi dari petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Lumajang, Liswanto, mengungkapkan bahwa pada Senin 13 Mei 2024 dini hari, gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu meletus sebanyak empat kali dalam interval yang singkat.

"Erupsi pertama tercatat pada pukul 01.14 WIB, dilanjutkan dengan tiga letusan lainnya dalam waktu yang sangat dekat," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang Kembali Erupsi

Meskipun aktivitas visual letusan tidak terlihat jelas, erupsi masih berlangsung ketika laporan tersebut dibuat. Hal serupa terjadi pada Minggu 12 Mei 2024, di mana gunung itu tercatat meletus sebanyak lima kali dalam satu hari, menciptakan kolom letusan setinggi 500 meter di atas puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan bahwa erupsi pada hari Minggu itu terekam dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak gunung, dengan abu teramati berwarna putih hingga kelabu mengarah ke utara.

Meskipun aktivitas visualnya tidak teramati, erupsi masih berlangsung.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi, Masyarakat Diminta Waspada Potensi Awan Panas dan Guguran Lava

Status Gunung Semeru masih tetap siaga atau Level III, dan pihak PVMBG memberikan rekomendasi agar masyarakat menjauhi sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 km dari puncak erupsi.

Selain itu, warga diminta untuk tidak berada dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terkena lontaran batu.

Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap potensi bahaya lainnya, seperti awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di sekitar Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

 

Editor: Fabian DZ

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah