Pendapat Mantan Capres Anies Baswedan Dibalas Waketum Gerindra Habiburahman

- 10 Mei 2024, 12:39 WIB
Waketum Party Gerindra Habiburahman. /Twitter@habiburahman
Waketum Party Gerindra Habiburahman. /Twitter@habiburahman /Twitter@habiburahman/

"Politisi toxic adalah orang bermasalah secara hukum dan politik, mereka bisa ada di mana saja, di partai apa saja, dan di organisasi apa saja, termasuk mungkin juga di Partai Gerindra," katanya.

Lebih lanjut, Habiburokhan menekankan tak ada orang yang toxic di antara pimpinan partai politik maupun pasangan calon yang maju di Pilpres 2024.

Baca Juga: Waspada, Kualitaas Udara Jakarta Tergolong Tidak Sehat

"Tapi pimpinan parpol dan para paslon Pilpres kemarin setahu saya tidak ada yang toxic," ucapnya.

Diksi Merendahkan

Anies menyebut pesan Luhut kepada Prabowo soal orang toxic sebenarnya tidak perlu ditanggapi. Meski demikian, dia menyinggung soal pentingnya menghormati pikiran dan gagasan yang berbeda.

Baca Juga: Olympiakos Melaju ke Final Liga Conference Europa, Bakal Hadapi Fiorentina

"Enggak perlu ditanggapi. Saya rasa, begini ya, pikiran boleh berbeda, gagasan boleh berbeda. Tapi satu hal, hormati perbedaan itu," ujarnya kepada wartawan di Jakarta Selatan pada Selasa, 7 Mei 2024.

Anies mengaku cenderung menghindari penggunaan diksi yang memberi label merendahkan seseorang. Terlebih menurutnya, perbedaan pandangan bukan berarti lebih buruk.

"Jadi saya cenderung menghindari diksi-diksi yang memberikan label merendahkan atas perbedaan pandangan, karena ketika kita memiliki pandangan yang berbeda, bukan berarti yang berbeda itu lebih buruk," katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca dari BMKG: Hari Ini Langit Jakarta Cerah Berawan

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai, perbedaan pikiran dan gagasan itu tak perlu dianggap seolah meracuni. Sebaliknya, perbedaan itu justru merupakan penghargaan terhadap demokrasi.

Halaman:

Editor: Otang Fharyana

Sumber: PRMN


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah