Para Pengkritik Anies Baswedan Diserang Balik, Pakar: Harus Belajar Hukum, Biar Hebatnya Ga Ngawur

- 19 September 2020, 07:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ANTARA) //Antara

PR CIREBON - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang sering dikritik atas kebijakan, termasuk tindakan terbarunya yang nekat memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Sekretaris Daerah Saefullah yang sudah dipastikan meninggal akibat Covid-19.

Namun para pengkritik ini mendapat tanggapan dari Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar yang menilai, seharusnya mereka belajar tentang hukum sebelum melontarkan kritik tersebut.

"Pengkritik Anies, Sekda DKI dibawa ke DKI harus belajar hukum agar tidak ngawur. Kritikannya kelihatan hebat sehingga viral tapi 'dungu'," tulis Musni Umar menanggapi pemberitaan tentang kritik terhadap Anies Baswedan, seperti dilihat PikiranRakyat-Cirebon.com pada Sabtu, 19 September 2020.

Baca Juga: Menkes Terawan Terus Bela Diri Soal Keselamatan Dokter, PKS: Sudah Tutup Mata atas Kematian, Pak ?

Lebih lanjut, ia menjelaskan jenis hukum diskresi yang diartikan sebagai pengambilan keputusan secara sepihak oleh seorang pejabat publik.

"Dalam hukum ada diskresi. Allah punya diskresi, Presiden punya diskresi, Gubernur, polisi punya diskresi lalu lintas," tambah Musni.

Sebagai informasi, Anies Baswedan mendapat kritik pedas dari Kordinator FAKTA, Azaz Tigor Nainggolan yang menilai upacara terakhir kepada Saefullah dengan membawa jenazah almarhum ke Balaikota, hanya akan berpotensi menjadi klaster baru Covid-19.

Baca Juga: Beredar Draft Perubahan Kurikulum 2013, FSGI: Kemendikbud Jalan Sendiri, Tanpa Partisipasi Guru

“Apalagi saat di Balaikota terjadi penumpukan dan kerumunan orang yang datang ingin melihat memberi penghormatan ke almarhum,” demikian pernyataan kritik pedas Tigor terhadap Anies yang diduga bisa memancing klaster baru Covid-19.***

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X