Curigai Politisi Lain Terlibat Kasus Djoko Tjandra, MAKI: Polisi Harus Selidiki Nyanyian Capella

- 17 September 2020, 06:30 WIB
Koordinator MAKI Boyamin Saiman //ISTIMEWA

PR CIREBON - Pengungkapan kasus Djoko Tjandra terus memakan korban baru, mulai dari institusi kepolisian, kejaksaan dan terbaru politisi parpol. Namun, tidak berhenti dengan membawa eks politisi Nasdem, Andi Irfan Jaya karena Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mencurigai adanya nama politisi lain yang terlibat.

Tepatnya, Koordinator MAKI, Boyamin Saiman meragukan posisi Jaya sebagai politisi baru di Jakarta, apalagi untuk bisa berhubungan langsung dengan Djoko Tjandra.

Dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Saiman menyebut penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung perlu menelusuri keterlibatan oknum anggota Komisi III DPR yang berhubungan dengan bidang kerjanya.

"Sepanjang ada buktinya, penyidik harus menelusuri adanya dugaan itu," ungkap Saiman.

Baca Juga: Ditunjuk untuk Urus Covid-19 di 9 Provinsi, Orang Istana Bongkar Alasan di Balik Penugasan Luhut

Terlebih belakangan ini, ada nyanyian dari mantan Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Patrice Rio Capella yang menyebut dugaan keterlibatan oknum anggota Komisi III DPR, sehingga hal itu sudah semestinya ditelisik untuk menegaskan berlakunya asas persamaan di mata hukum.

Artinya, penyidik setidaknya harus memeriksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk membuat terang kasus yang menyeret nama Jaksa Pinangki Sirna Malasari tersebut.

Saat itu, Capella yakin Jaya bukan pemain tunggal, tetapi ada orang berpengaruh di balik dia, karena secara logika dia bukan siapa-siapa dalam kaitan dengan Djoko Tjandra.

Baca Juga: Tolak Karangan Bunga, Keluarga Sekda DKI Jakarta Ingin Uang Disedekahkan Atas Nama Saefullah

Dengan demikian, semua fakta yang belum terbuka itu harus ditelisik dengan memeriksa Jaya, seiring Jaya pun masih menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Halaman:

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X