Kontroversi Penunjukkan Luhut Urus Covid-19 Terjawab, Wiku: Sesuai dengan Inpres No 6 Tahun 2020

- 16 September 2020, 11:06 WIB
Juru bicara gugus tugas Covid-19 Wiku Adisasmito /


PR CIREBON - Penunjukan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marinvest) Luhut Binsar Pandjaitan memang menjadi pertanyaan mengherankan tersendiri bagi publik, tetapi hal ini diungkap Satgas Penanganan Covid-19.

Melalui Juru Bicaranya, Wiku Adisasmito membenarkan adanya keterlibatan Luhut dalam penanganan Covid-19, ditambah dengan peran Kepala BNPB Doni Monardo.

Tepatnya, mereka berdua ini sengaja ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk mengawasi dan mengendalikan kasus Covid-19, khusus untuk provinsi-provinsi prioritas, dengan kasus yang lumayan tinggi.

Dalam arti lain, penunjukan khusus itu ditujukan untuk menekan laju pertambahan kasus harian, menekan angka kematian, dan meningkatkan angka kesembuhan.

Baca Juga: Citra Islam Indonesia Hancur usai Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, PBNU: Teror Ulama Tak Bermoral

"Presiden menugaskan wakil ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan bapak Luhut Binsar Pandjaitan serta Ketua Satgas Doni Monardo untuk betul-betul mengawal arahan ini. Dan arahan ini diterapkan dalam rangka adanya Inpres Nomor 6 tahun 2020 dalam rangka penegakan disiplin," ungkap Wiku.

Luhut sendiri mengatakan, target waktu yang diberikan Presiden kepadanya juga tidak main-main, tepatnya ia harus merealisasikan perintah dalam waktu dua minggu mendatang.

"Presiden perintahkan dalam waktu dua minggu kita harus bisa mencapai tiga sasaran, yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate, dan penurunan mortality rate," jelas Luhut, seperti dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari RRI.

Baca Juga: Ahok Bongkar Aib Buruk Manajemen Pertamina, dari Pengaturan Gaji Direksi hingga Melobi Menteri

Sebagai informasi, sebanyak sembilan provinsi yang harus menjadi perhatian serius Luhut dan Doni, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua.

Halaman:

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X