Pasukan Khusus BIN Kaburkan Ruh Rahasia, MPR Bingung: Sudah Ada TNI dan Polri, Jadi Posisi Apa?

- 15 September 2020, 11:22 WIB
Pasukan khusus Rajawali BIN.
Pasukan khusus Rajawali BIN. /

PR CIREBON - Keberadaan pasukan khusus Badan Intelejen Negara (BIN) pada Rabu pekan lalu, memang membuat bingung banyak kalangan pejabat, apalagi mereka menilai pasukan khusus BIN itu akan kaburkan ruh intelejen yang sangat rahasia.

Salah satunya adalah Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan, mempertanyakan posisi "pasukan khusus" BIN yang disebut Rajawali, bahkan mereka tidak memiliki payung hukum yang jelas dan bepotensi menimbulkan polemik dalam kekuatan bersenjata di Indonesia.

Secara konstitusional, Indonesia hanya mengenal dua bentuk kekuatan bersenjata yakni TNI dan Kepolisian Republik Indonesia. TNI adalah komponen utama pertahanan negara untuk menegakkan kedaulatan bangsa yang terdiri atas tiga matra yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

"Sementara Polri adalah lembaga penegak keamanan dan ketertiban negara sehingga hanya dua lembaga itu yang memiliki mandat konstitusional untuk mengadakan pasukan bersenjata," ungkap Hasan, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin, 14 September 2020.

Baca Juga: Pengamat Terorisme Bongkar Rasa Penasaran Publik, Bicarakan Motif Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber

Bahkan, Anggota Komisi I DPR itu menegaskan bahwa tidak ada dalam peraturan perundang-undangan yang menyatakan BIN boleh memiliki pasukan bersenjata.

Atas sebab itu, pengamanan yang dilakukan BIN hanya berada dalam ruang lingkup fungsi intelijen, artinya tidak membutuhkan pasukan khusus bersenjata laras panjang.

"BIN merupakan badan intelijen, bukan pasukan bersenjata, anggota BIN pun tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga berasal dari kalangan sipil. Membuat pasukan bersenjata dalam lembaga yang juga dihuni oleh kalangan sipil adalah sesuatu yang bermasalah," jelas Hasan, seperti dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Antara News.

Baca Juga: Fadjroel Jubir Presiden Rasa Buzzer, Roy: 2014 Teriak Utang SBY Ugal-ugalan, kok Lebih Parah Jokowi

Lebih lanjut, Politisi Partai Demokrat itu mengkritik BIN yang tidak membangun organisasi intelijen kelas dunia, tetapi malah bergerak ke arah yang sangat membingungkan dan jauh dari ruh rahasia intelijen.

Halaman:

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Antara News


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X